
Skuad tim Chelsea (Instagram @chelseafc)
JawaPos.com - Sejumlah klub Premier League dilaporkan tidak puas dengan keputusan UEFA yang mengungkap rincian hasil keuangan mereka tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Ketidakpuasan muncul setelah badan sepak bola Eropa itu mempublikasikan laporan keuangan klub-klub Eropa dalam forum bisnis pekan ini.
Kerugian sebelum pajak milik Chelsea sebesar GBP 355 juta (sekitar delapan triliun rupiah) musim lalu menjadi perhatian utama dalam laporan European Club Finance and Investment Landscape. Laporan tersebut dipresentasikan oleh direktur eksekutif UEFA Andrea Traverso dalam acara Business of Football Summit yang diselenggarakan oleh Financial Times pada Kamis (26/2).
Selain Chelsea, kerugian yang dialami Tottenham Hotspur dan Aston Villa juga turut menjadi bagian penting dalam laporan tersebut.
Masalah itu diketahui menjadi bahan pembahasan perwakilan klub Premier League saat menghadiri undian babak kompetisi Eropa di Nyon pada Jumat (27/2). Dalam pertemuan itu, terdapat kesepakatan bahwa UEFA tidak memberikan pemberitahuan atau penjelasan sebelumnya terkait rencana publikasi data keuangan tersebut.
Tidak satu pun klub menerima pengarahan mengenai publikasi tersebut. Situasi itu membuat Chelsea menjadi salah satu pihak yang paling frustrasi karena tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan respons atau menjawab pertanyaan publik terkait laporan keuangan mereka.
Chelsea sendiri belum merilis laporan keuangan resmi untuk musim 2024/2025 dan baru berencana mempublikasikannya pada akhir Maret 2026.
Meski tidak membantah angka kerugian delapan triliun rupiah yang berasal dari data yang mereka serahkan kepada UEFA, pihak Chelsea menegaskan bahwa angka itu tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya dari klub.
Sumber internal klub yang dilansir dari The Guardian mengungkapkan bahwa kerugian itu sebagian besar dipengaruhi oleh penyesuaian akuntansi nontunai yang diwajibkan dalam regulasi keberlanjutan finansial UEFA. Penyesuaian itu mencakup transaksi satu kali seperti penghapusan nilai kontrak pemain dan aset.
Chelsea juga menekankan bahwa secara operasional, klub tetap mencatatkan keuntungan, sehingga angka kerugian tersebut lebih bersifat teknis dalam laporan akuntansi dibandingkan mencerminkan kerugian kas sebenarnya.
Pada musim panas lalu, Chelsea dijatuhi denda sebesar GBP 27 juta (sekitar Rp 611 miliar) oleh UEFA karena melanggar pembatasan pengeluaran. Klub juga diwajibkan untuk menyerahkan rencana bisnis sebagai bagian dari kesepakatan penyelesaian.
Namun, Chelsea tetap diizinkan mencatat kerugian dalam jumlah signifikan selama angka tersebut masih sesuai dengan proyeksi defisit yang tercantum dalam rencana bisnis mereka. Klub asal London itu masih optimistis dapat menghindari sanksi tambahan karena yakin kondisi keuangan mereka masih berada dalam batas yang disepakati dengan UEFA.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
