
Mikael Tata dan Kakang Rudianto menyerukan perdamaian serta menolak rasisme di sepak bola Indonesia melalui APPI. (APPI)
JawaPos.com — Mikael Tata dan Kakang Rudianto akhirnya buka suara di tengah panasnya rivalitas Persebaya Surabaya dan Persib Bandung. Dua pemain muda itu kompak menyerukan perdamaian sekaligus menolak segala bentuk rasisme di sepak bola Indonesia.
Pesan menyentuh itu disampaikan melalui kanal Instagram resmi Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).
Seruan tersebut menjadi pengingat keras agar sepak bola tetap jadi ruang persaudaraan, bukan ajang saling menghina.
“Jaga sepakbola kita dari ujaran kebencian, penghinaan, rasisme, serta ancaman,” tulis APPI. Kalimat pembuka itu langsung menyentil situasi yang tengah ramai dibicarakan publik sepak bola nasional.
Nama Mikael Alfredo Tata menjadi sorotan setelah menerima serangan rasisme di media sosial. Insiden itu muncul usai laga panas yang mempertemukan Persebaya Surabaya dan Persib Bandung.
Dalam pernyataannya, Mikael Tata bicara jujur tentang situasi di lapangan. Ia mengakui tensi tinggi dan emosi memang tak terhindarkan saat pertandingan berlangsung.
“Kami memberikan segalanya selama di lapangan. Ada emosi, tensi tinggi, tapi semua itu berhenti saat peluit akhir dibunyikan,” tulis Mikael. Kalimat itu menegaskan batas tegas antara persaingan dan permusuhan.
Ia juga mengungkap sempat berselisih dengan Kakang Rudianto di tengah laga. Namun, menurutnya, semua itu selesai saat pertandingan usai.
“Saya dan Kakang memang sempat berselisih, tapi itu semua selesai di lapangan. Setelahnya kami adalah saudara, yang sama-sama mencintai sepakbola,” lanjutnya.
Pesan tersebut jadi penegasan rivalitas tak pernah berarti kebencian.
Mikael tak menutupi kekecewaannya atas serangan rasisme yang ia terima. Ia mengaku terpukul karena hinaan dan ancaman masih terjadi di sepak bola Indonesia.
“Saya sangat kecewa karena masih terjadi rasisme di sepakbola dan kali ini terjadi kepada saya, bahkan hinaan dan ancaman,” tulisnya. Pernyataan itu menjadi refleksi pahit realitas yang masih menghantui kompetisi nasional.
Meski begitu, bek muda Persebaya Surabaya itu memilih berdiri tegak. Ia mengingat kembali nilai-nilai yang diajarkan sepak bola sejak awal meniti karier.
“Sepakbola mengajarkan kami untuk kuat, untuk bangkit, dan untuk saling menghormati. Tidak seharusnya ada ruang bagi kebencian,” tegas Mikael. Kalimat itu sekaligus menjadi ajakan terbuka kepada seluruh suporter.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022