
Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho mengakui timnya kerap kehilangan fokus pada babak kedua sehingga sering kebobolan di menit akhir pertandingan. (Dok. Persija)
JawaPos.com — Persija Jakarta kembali mendapat sorotan setelah gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Borneo FC. Hasil imbang 2-2 di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3/2026) malam, membuka kembali persoalan lama di lini pertahanan Macan Kemayoran.
Bek sekaligus kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, tak menutupi rasa kecewanya setelah timnya gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri.
Dua poin yang melayang terasa menyakitkan karena Persija Jakarta sebenarnya punya peluang besar merapat ke papan atas klasemen.
Ridho mengakui seluruh pemain merasakan kekecewaan yang sama. Bermain di hadapan ribuan Jakmania membuat tim sangat ingin memberikan kemenangan, namun situasi di lapangan berkata lain.
“Sangat sedih kami harus kehilangan dua poin di kandang. Semua tentu kecewa dengan hasil ini. Kami sudah berusaha memberikan tiga poin agar semakin dekat ke papan atas sesuai target kami, yaitu juara,” ujar Ridho seusai laga.
Meski demikian, Ridho menegaskan semangat tim belum padam. Ia memastikan Persija Jakarta masih memiliki tekad kuat untuk terus mengejar peluang juara hingga akhir musim.
Menurutnya, kompetisi masih menyisakan cukup banyak pertandingan yang bisa dimanfaatkan Persija Jakarta untuk memperbaiki posisi. Setiap laga yang tersisa kini dianggap sebagai pertandingan final bagi Macan Kemayoran.
“Asa untuk menjadi juara belum tertutup. Kami akan terus berjuang di setiap pertandingan karena 10 laga sisa adalah final bagi kami,” lanjut bek tim nasional Indonesia tersebut.
Di balik hasil imbang itu, persoalan konsistensi pertahanan kembali muncul. Persija Jakarta masih kesulitan menjaga keunggulan, terutama ketika pertandingan memasuki fase akhir.
Ridho mengakui timnya memang belum cukup sering mencatatkan clean sheet sepanjang musim ini. Hal tersebut menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi oleh seluruh pemain.
Ia menilai kebobolan yang terjadi kerap berawal dari hilangnya fokus di momen krusial. Kesalahan kecil di level kompetisi tertinggi seperti Super League sering kali langsung berujung gol bagi lawan.
“Memang kami masih jarang mencatat clean sheet karena kebobolan, termasuk di menit-menit akhir dan pertengahan laga. Kami harus lebih fokus dan lebih konsentrasi lagi karena mungkin ada kesalahan individu yang mengakibatkan kami kebobolan,” jelasnya.
Ridho menambahkan, para pemain harus lebih disiplin dalam menjalankan instruksi pelatih. Hal tersebut menjadi kunci agar kesalahan yang sama tidak terus berulang di pertandingan berikutnya.
“Ke depannya, kami harus lebih baik dan menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin,” tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022