
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares membawa misi memutus tren buruk Green Force saat bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri. (Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya membawa misi besar saat bertandang ke markas Borneo FC pada pekan ke-25 Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam, menjadi kesempatan bagi Green Force memutus kutukan panjang yang sudah berlangsung hampir tujuh tahun.
Catatan sejarah menunjukkan Persebaya Surabaya terakhir kali meraih kemenangan di Samarinda pada 23 Juni 2019. Saat itu Green Force berhasil mencuri tiga poin setelah menang tipis 2-1 atas Borneo FC.
Sejak kemenangan tersebut, Persebaya Surabaya kesulitan mengulang hasil positif ketika bermain di markas Pesut Etam. Stadion Segiri seolah menjadi tempat yang sulit ditaklukkan oleh skuad Green Force dalam beberapa musim terakhir.
Situasi ini membuat pertandingan pekan ke-25 terasa sangat krusial bagi Persebaya Surabaya. Selain memburu poin penting di klasemen, laga tersebut juga menjadi momentum memutus tren buruk saat bertandang ke Samarinda.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyadari sepenuhnya tantangan yang akan dihadapi timnya. Ia bahkan menegaskan jika Borneo FC merupakan salah satu tim terkuat di kompetisi musim ini.
Tavares melihat konsistensi permainan Pesut Etam menjadi faktor utama yang membuat mereka sulit dikalahkan. Borneo FC juga kerap menunjukkan performa impresif, bahkan saat bermain di kandang lawan.
"Kami tahu Borneo adalah tim yang kuat, kami melihat pertandingan terakhir mereka, dan kami melihat hasil bagus yang mereka dapatkan di kandang Persija. Bagi kami, yang terpenting adalah bermain sebagai tim dengan sikap yang baik dan fokus sepanjang 90 menit," ujar Tavares dalam konferensi pers.
Pernyataan tersebut menunjukkan sikap realistis pelatih asal Portugal itu terhadap kekuatan lawan. Namun di saat yang sama, ia tetap ingin anak asuhnya tampil percaya diri dan penuh keberanian.
Menurut Tavares, kunci menghadapi Borneo FC adalah menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Kesalahan kecil bisa menjadi bumerang ketika menghadapi tim yang memiliki kualitas permainan stabil.
Apalagi secara klasemen, Borneo FC juga berada dalam posisi yang sangat kompetitif. Mereka kini menempati peringkat ketiga dan terus menunjukkan konsistensi performa sepanjang musim.
Kondisi itu membuat pertandingan di Samarinda diprediksi berlangsung ketat. Borneo FC tentu ingin memanfaatkan dukungan publik sendiri untuk mempertahankan dominasi atas Persebaya Surabaya.
Sementara itu, Persebaya Surabaya datang dengan ambisi besar untuk memutus catatan negatif di Segiri. Tavares menyadari sejarah pertemuan kedua tim menjadi salah satu tantangan psikologis bagi skuadnya.
Ia bahkan menyinggung langsung fakta jika kemenangan terakhir Persebaya Surabaya di Samarinda sudah terjadi sangat lama. Catatan tersebut menjadi bukti kuatnya Borneo FC ketika bermain di kandang sendiri.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
