
Pemain Persebaya Surabaya berusaha menekan pertahanan Borneo FC dalam laga Super League di Stadion Segiri, Samarinda. (Persebaya)
JawaPos.com–Peluang Persebaya Surabaya menembus empat besar Super League 2025/2026 kini semakin menipis. Kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3) membuat probabilitas Green Force turun dari 40 persen menjadi sekitar 25 persen.
Hasil tersebut menjadi pukulan besar bagi Persebaya Surabaya yang sebelumnya masih berada dalam jalur persaingan papan atas. Dengan sisa sembilan pertandingan musim ini, ruang kesalahan kini hampir tidak ada lagi.
Secara matematis, Persebaya Surabaya masih memiliki peluang untuk mengejar posisi empat besar. Namun, tim kini harus mengejar target poin di kisaran 60-an agar bisa tetap bersaing hingga akhir musim.
Dari sembilan laga tersisa, Green Force masih bisa mengumpulkan maksimal 27 poin. Namun untuk menjaga peluang tetap hidup, tim minimal harus mengamankan sekitar 21 poin.
Artinya, Persebaya Surabaya harus meraih sekitar tujuh kemenangan dari sembilan pertandingan yang tersisa. Skenario tersebut membuat setiap laga ke depan memiliki tekanan yang jauh lebih besar.
Empat pertandingan kandang menjadi modal paling realistis bagi Green Force untuk mengejar target tersebut. Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Persita, Madura United, PSBS Biak, dan Persik Kediri di Surabaya.
Empat laga kandang itu menjadi kesempatan emas untuk mengamankan 12 poin penuh. Tidak boleh ada hasil imbang apalagi kekalahan jika ingin menjaga peluang tetap terbuka.
Jika poin kandang berhasil diamankan, posisi Persebaya Surabaya di klasemen bisa kembali stabil. Kepercayaan diri pemain juga diprediksi meningkat sebelum menghadapi laga tandang yang lebih sulit.
Sebab tantangan sesungguhnya justru datang dari tiga laga tandang krusial. Green Force harus menghadapi Persija, Malut United, dan Arema FC dalam pertandingan yang berpotensi menentukan nasib musim ini.
Pertandingan melawan Malut United bahkan bisa menjadi laga paling menentukan dalam perebutan posisi empat besar. Kedua tim berada dalam jalur persaingan yang sama sehingga duel tersebut bernilai sangat besar.
Jika Persebaya Surabaya mampu memenangkan laga tersebut, selisih poin dengan pesaing bisa langsung terpangkas. Probabilitas lolos ke empat besar bahkan bisa melonjak kembali hingga kisaran 60 sampai 70 persen.
Sebaliknya, kegagalan meraih kemenangan akan membuat peluang semakin menipis. Oleh karena itu konsistensi dalam meraih poin di setiap laga menjadi faktor utama.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
