
Jan Olde Riekerink siap unjuk gigi identitas Dewa United. (Dewa United)
JawaPos.com - Pelatih Dewa United FC, Jan Olde Riekerink, menyebut timnya ingin meniru mentalitas Liverpool yang tetap percaya diri membalikkan keadaan setelah kalah 0-1 pada leg pertama, jelang laga leg kedua perempat final AFC Challenge League 2026.
Dewa United akan menghadapi Manila Digger FC pada leg kedua yang akan dimainkan di Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (12/3).
“Ketika saya melihat komentar kemarin setelah pertandingan Galatasaray melawan Liverpool (di Liga Champions pada Rabu dini hari WIB), Liverpool kalah 1-0 dan mereka mengatakan, ‘Oke, kita akan menyelesaikannya di kandang’,” kata Riekerink dalam konferensi pers, Rabu, dikutip dari rekaman audio.
Menurut pelatih asal Belanda itu, sikap optimistis seperti yang ditunjukkan Liverpool menjadi inspirasi bagi timnya untuk membalikkan keadaan pada laga kandang.
“Saya pikir itu juga sikap yang akan kami miliki. Tentu saja kami kalah 1-0 pada pertandingan tandang, tapi sekarang kami bermain di kandang dan tujuan kami jelas, yaitu memenangi pertandingan,” ujar mantan pelatih klub Turki Galatasaray tersebut.
Riekerink menilai timnya telah menjalani persiapan dengan baik selama sepekan terakhir dan menyadari tanggung jawab besar yang mereka emban, tidak hanya sebagai klub tetapi juga sebagai wakil Indonesia di kompetisi Asia.
“Saya pikir persiapan berjalan dengan baik. Kita harus ingat bahwa kita berada di kompetisi ini karena musim lalu kita finis di posisi kedua liga. Dalam pertandingan ini kita mewakili Dewa United dan juga Indonesia,” katanya.
Pada leg pertama, Dewa United dinilai kurang maksimal dalam penyelesaian akhir. Namun Riekerink menegaskan fokus timnya bukan hanya pada finishing, melainkan juga meningkatkan jumlah pemain yang berada di area kotak penalti.
Ia juga menyoroti perbedaan gaya bermain antara kedua tim. Menurut dia, Manila Digger memiliki karakter permainan yang berbeda karena diperkuat banyak pemain asal Afrika.
“Mereka memiliki sembilan pemain dari Gambia, jadi ini bukan benar-benar tim Filipina. Gaya bermain mereka lebih seperti sepak bola Afrika,” kata Riekerink.
Pelatih yang pernah menangani klub di Afrika Selatan itu menambahkan timnya harus beradaptasi dengan sistem permainan yang berbeda dari lawan.
“Kami mencoba bermain dengan penguasaan bola dan menciptakan peluang dari sana. Sementara mereka memiliki pendekatan yang berbeda, jadi kami harus menyesuaikan diri,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
