
Pesepak bola Persis Solo Roman Paparyha (kanan) dan Dejan Tumbas. (Mohammad Ayudha/Antara)
JawaPos.com–Klub sepak bola Persis Solo harus menerima sanksi berat setelah insiden pada laga tandang melawan Persijap Jepara dalam kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Hukuman tersebut dijatuhkan oleh PSSI melalui Komite Disiplin (Komdis) setelah menilai adanya pelanggaran serius yang terjadi selama pertandingan.
Keputusan sanksi diumumkan pada Jumat (13/3). Dalam keputusan itu, Persis Solo mendapatkan beberapa hukuman sekaligus, mulai dari denda hingga larangan menggelar pertandingan kandang dengan kehadiran penonton.
Sanksi paling mencolok adalah larangan menggelar lima pertandingan kandang dengan penonton. Artinya, tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut harus memainkan sisa laga kandang musim ini tanpa dukungan langsung dari suporter di stadion.
Baca Juga:Janji Bernardo Tavares Lawan Persita Tangerang! Jaga Rekor 9 Laga Persebaya Surabaya Tak Terkalahkan
Situasi ini cukup berat bagi Persis. Pasalnya, pada sisa musim kompetisi mereka hanya memiliki empat pertandingan kandang tersisa. Dengan demikian, empat laga itu akan digelar tanpa penonton, sementara satu laga lainnya akan berlaku pada awal musim berikutnya.
Sanksi tersebut tidak muncul tanpa alasan. Komdis PSSI menilai ada beberapa pelanggaran yang terjadi saat laga pekan ke-24 antara Persijap dan Persis di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Dalam laporan resmi, suporter Persis yang hadir sebagai tim tamu disebut melakukan sejumlah tindakan yang melanggar aturan pertandingan. Salah satunya adalah perusakan fasilitas stadion.
Baca Juga:Rekap Pekan 25 Super League! Tim Jawa Timur Kebobolan 14 Gol, Persebaya Surabaya Paling Sengsara
Beberapa kursi tribun dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu, pagar pembatas antara tribun juga sempat digoyang sekelompok suporter, yang membuat situasi di stadion menjadi tidak kondusif.
Tidak hanya itu, terjadi pula aksi saling ejek antara kelompok suporter kedua tim yang berujung pada pelemparan benda. Kondisi tersebut memicu ketegangan di area tribun stadion dan menjadi salah satu pertimbangan Komdis dalam menjatuhkan hukuman.
Selain larangan pertandingan tanpa penonton, Persis Solo juga dikenakan sejumlah denda finansial. Salah satu denda terkait kehadiran suporter tim tamu yang tidak sesuai dengan regulasi kompetisi.
Klub asal Solo itu juga diwajibkan mengganti kerugian materiil akibat kerusakan fasilitas stadion. Tanggung jawab tersebut merupakan bagian dari penerapan regulasi disiplin yang berlaku di kompetisi.
Tidak berhenti di situ, Komdis PSSI juga memberikan denda tambahan setelah ditemukan bukti adanya pelemparan petasan ke area lapangan oleh suporter yang berada di tribun. Kombinasi antara kerusakan fasilitas, keributan antarsuporter, dan aksi pelemparan benda membuat Persis harus menerima total hukuman yang cukup berat.
Sanksi ini menjadi pengingat bagi seluruh klub peserta liga bahwa tanggung jawab terhadap perilaku suporter merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan pertandingan. Ke depan, klub diharapkan dapat memperketat pengawasan agar insiden serupa tidak kembali terjadi dalam kompetisi sepak bola nasional.
