Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Maret 2026, 22.36 WIB

Jersey Baru Timnas Indonesia dari Kelme Tuai Kritik, Harga Rp 1,5 Juta Dianggap Terlalu Tinggi

Peluncuran jersey baru Timnas Indonesia dari Kelme di Plaza Utara Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (12/3/2026), dengan tema “Leave Your Mark”. (Instagram/@officialgarudastore) - Image

Peluncuran jersey baru Timnas Indonesia dari Kelme di Plaza Utara Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (12/3/2026), dengan tema “Leave Your Mark”. (Instagram/@officialgarudastore)

JawaPos.com - Peluncuran jersey terbaru Timnas Indonesia kembali memicu perbincangan di kalangan penggemar sepak bola nasional. Bukan soal desain atau kualitas bahan, melainkan harga resmi yang dinilai terlalu tinggi bagi sebagian suporter di Tanah Air.

Jersey terbaru yang diproduksi oleh brand olahraga Kelme itu dibanderol sekitar Rp 1,5 juta untuk versi player issue.

Harga tersebut langsung menjadi sorotan di media sosial dan komunitas penggemar sepak bola. Banyak yang menilai nominal tersebut tidak sebanding dengan kondisi pasar Indonesia.

Perdebatan mengenai harga jersey ini semakin ramai setelah sejumlah pengamat sepak bola menilai banderol tersebut terlalu tinggi jika dibandingkan dengan daya beli masyarakat.

Terutama jika dikaitkan dengan rata-rata upah minimum di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai gambaran, Upah Minimum Regional (UMR) di Jakarta berada di kisaran Rp 6 juta per bulan.

Jika dibandingkan dengan harga jersey yang mencapai Rp1,5 juta, maka satu potong jersey bisa setara dengan sekitar seperempat dari penghasilan bulanan pekerja di ibu kota.

Kondisi tersebut membuat banyak suporter merasa harga jersey resmi tim nasional menjadi sulit dijangkau.

Padahal, jersey Timnas Indonesia selama ini bukan hanya sekadar produk olahraga, tetapi juga simbol kebanggaan dan identitas bagi para pendukung Garuda.

Selain faktor daya beli masyarakat, aspek produksi juga ikut menjadi sorotan. Industri apparel olahraga global saat ini banyak mengandalkan produksi di negara dengan biaya manufaktur lebih rendah, termasuk China.

Dengan biaya tenaga kerja yang relatif murah di negara tersebut, sebagian pihak mempertanyakan alasan di balik harga jual yang cukup tinggi di pasar Indonesia.

Situasi ini memunculkan diskusi yang lebih luas mengenai strategi penetapan harga produk resmi tim nasional.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore