
FILE - Pemain putri Persebaya Surabaya Sintia Nur Khoriah hendak menghalau bola dari pemain putri Arema FC pada seri pertama Liga 1 Putri 2019 di Pusat Diklat Arhanud Pendem Kota Batu, Jawa Timur. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyiapkan langkah untuk kembali menggulirkan kompetisi Liga 1 Putri Indonesia yang direncanakan berlangsung pada 2027.
Sebagai tahap awal, PSSI berencana menggelar turnamen pramusim pada tahun ini. Agenda tersebut disiapkan sebagai ajang pemanasan sekaligus evaluasi sebelum kompetisi resmi digelar. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang membidangi sepak bola putri, Vivin Cahyani Sungkono, menjelaskan pihaknya sedang mematangkan struktur serta format kompetisi Liga 1 Putri agar dapat berjalan berkelanjutan.
“Seperti yang sudah disampaikan Ketua Umum PSSI, pramusim direncanakan berlangsung tahun ini. Lalu liga resminya digelar tahun depan,” ujar Vivin.
Baca Juga:Bima Sakti Ingin Ada Suporter Lagi, Jelang Tiga Laga Sisa Persela Lamongan di Stadion Surajaya
Menurutnya, pramusim menjadi bagian penting untuk melihat kesiapan berbagai aspek penyelenggaraan kompetisi, mulai dari format pertandingan hingga kesiapan klub peserta.
Melalui agenda tersebut, PSSI ingin mengetahui hal-hal yang masih perlu diperbaiki sebelum Liga 1 Putri benar-benar digulirkan kembali secara penuh.
Vivin menilai kehadiran kompetisi reguler sangat penting bagi perkembangan sepak bola putri nasional, khususnya untuk mendukung pembinaan pemain tim nasional. Selama ini, para pemain Tim Nasional Putri Indonesia umumnya hanya berkumpul ketika menghadapi agenda FIFA Matchday atau turnamen resmi di tingkat regional maupun Asia. Karena itu, PSSI ingin menghadirkan kompetisi yang berkelanjutan sehingga para pemain memiliki wadah untuk bertanding secara rutin di level klub.
“Yang kami inginkan, Liga 1 Putri bisa berjalan berkelanjutan, bukan hanya sekali digelar lalu berhenti,” beber Vivin.
Selain itu, PSSI juga menyiapkan sistem khusus untuk menjaga keseimbangan kekuatan antarklub peserta Liga 1 Putri. Salah satu rencananya adalah menerapkan sistem seeded bagi pemain yang berstatus anggota Timnas Putri Indonesia. Sistem tersebut bertujuan agar para pemain timnas tidak menumpuk di satu klub saja.
Dengan pembagian yang merata, diharapkan setiap tim peserta memiliki kekuatan yang relatif seimbang sehingga kompetisi menjadi lebih kompetitif.
“Pemain timnas akan diatur dengan sistem seeded. Kalau tidak, nanti bisa menumpuk di satu klub saja. Misalnya ada enam tim, PSSI akan membaginya secara merata,” jelas Vivin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022