
Skuad Persija Jakarta saat sesi latihan jelang lanjutan Super League. (Persija)
JawaPos.com–Persija Jakarta meliburkan para pemain selama satu pekan usai menuntaskan pertandingan melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadium pada 15 Maret. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penyesuaian dengan momen Ramadhan yang segera berakhir sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Pelatih Persija Mauricio Souza menilai, jeda ini penting bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga mental para pemain. Sebagian besar pemain membutuhkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga, terutama bagi yang merayakan Lebaran di kampung halaman.
”Sekarang kami akan memiliki waktu libur selama satu minggu karena banyak pemain akan kembali ke kota asal mereka untuk merayakan hari raya bersama keluarga. Kami menghormati Ramadhan dan momen Idul Fitri,” ujar Mauricio dikutip dari ileague.id.
Di tengah jadwal kompetisi yang cukup padat, jeda ini menjadi kesempatan bagi tim berjuluk Macan Kemayoran untuk mengisi ulang energi. Apalagi, pertandingan berikutnya masih memiliki jeda waktu yang cukup panjang.
Persija dijadwalkan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 5 April di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Dengan jeda sekitar 17 hari, tim pelatih menyusun rencana matang untuk menjaga kebugaran pemain tanpa mengabaikan kebutuhan istirahat.
Skuad Persija dijadwalkan kembali berkumpul dua pekan sebelum laga tersebut untuk menjalani latihan intensif di Persija Training Ground, Bojongsari. Kapten tim Rizky Ridho, bersama rekan-rekannya akan kembali fokus meningkatkan kondisi fisik serta mematangkan strategi permainan.
Latihan tersebut diharapkan mampu menjaga konsistensi performa tim dalam persaingan papan atas. Mauricio berharap para pemain kembali dengan kondisi yang lebih segar, baik secara fisik maupun mental.
Dia menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme dan kehidupan pribadi, terutama dalam momen spesial seperti Lebaran. Bagi pemain nonmuslim, masa libur ini juga dimanfaatkan untuk beristirahat atau menjalani agenda pribadi lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Persija berusaha menjaga keharmonisan tim dengan menghormati perbedaan serta kebutuhan masing-masing individu. Dengan suasana yang lebih rileks usai libur, Persija diharapkan mampu tampil maksimal saat kembali ke lapangan.
Fokus utama kini adalah menjaga momentum dan tetap kompetitif dalam perburuan poin di sisa musim.
