
Perjuangan Pedro Matos untuk Persebaya Surabaya saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno. (Persebaya)
JawaPos.com–Kekalahan telak yang dialami Persebaya Surabaya di kandang Persija Jakarta memunculkan sorotan tajam dari sang pelatih. Bernardo Tavares tanpa ragu menyebut satu momen krusial sebagai awal dari kehancuran timnya.
Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada pekan ke-27 Super League Indonesia 2025/26, Green Force harus pulang dengan kekalahan 0-3. Hasil itu terasa menyakitkan karena permainan tim sebenarnya belum sepenuhnya kehilangan arah di awal laga.
Namun, semuanya berubah hanya dalam satu keputusan penting dari wasit. Penalti untuk Persija Jakarta di menit ke-16 menjadi titik balik yang langsung memukul mental para pemain Persebaya Surabaya.
Situasi tersebut berawal dari pelanggaran di dalam kotak terlarang yang dikonfirmasi melalui VAR. Keputusan itu tak terbantahkan dan menjadi hukuman yang harus diterima Green Force di tengah tekanan suporter tuan rumah.
Eksekusi penalti berjalan mulus dan tak mampu dihentikan kiper Andhika Ramadhani. Gol tersebut bukan hanya mengubah skor, tetapi juga mengubah atmosfer pertandingan secara keseluruhan.
”Gol pertama yang kami terima berawal dari kesalahan yang sangat mendasar. Itu yang membuat saya kecewa. Padahal sejak awal pekan kami sudah membahas kemungkinan situasi seperti penalti atau kesalahan yang bisa berujung gol,” ujar Tavares.
Ucapan itu menegaskan kesalahan tersebut bukan sekadar insiden biasa. Ada aspek kesiapan dan kedisiplinan yang dinilai masih belum maksimal di dalam tim.
Setelah gol pembuka tercipta, Persija Jakarta tampil semakin percaya diri. Dukungan puluhan ribu suporter di tribun GBK membuat tekanan kepada Persebaya Surabaya semakin besar dan sulit diatasi.
”Setelah gol penalti itu, Persija bermain semakin nyaman. Apalagi mereka didukung ribuan suporternya di stadion. Kami terlalu banyak memberikan ruang kepada mereka,” tambah Bernardo Tavares.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
