
Bek PSIM Jogjakarta Reva Adi. (Istimewa)
JawaPos.com–Pertandingan antara PSIM Jogjakarta melawan Persija Jakarta pada pekan ke-29 BRI Super League menghadirkan cerita yang cukup menarik. Laga yang seharusnya menjadi momen kebangkitan bagi PSIM justru diwarnai situasi kurang ideal, setelah tim berjuluk Laskar Mataram itu harus memainkan pertandingan kandang di Bali.
Digelarnya pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta membuat PSIM kehilangan salah satu kekuatan utama mereka, yakni dukungan langsung dari suporter. Dalam kondisi performa yang sedang menurun, absennya atmosfer kandang jelas menjadi kerugian tersendiri.
PSIM datang ke laga ini dengan catatan yang kurang menggembirakan. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka belum sekalipun meraih kemenangan.
Bahkan, tiga laga terakhir berakhir dengan kekalahan. Tren ini tentu menjadi alarm serius bagi tim yang tengah berjuang menjauh dari zona berbahaya klasemen.
Masalah PSIM tidak hanya soal hasil, tetapi juga konsistensi permainan. Dalam beberapa laga terakhir, lini depan mereka terlihat kesulitan menciptakan peluang bersih.
Sementara itu, lini belakang kerap kehilangan fokus di momen-momen krusial, yang berujung pada kebobolan. Meski begitu, ada sedikit angin segar bagi PSIM. Dua pemain belakang yang sempat absen kini sudah bisa kembali memperkuat tim.
Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan stabilitas di lini pertahanan yang selama ini menjadi titik lemah. Di sisi lain, Persija datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim ibu kota tersebut berhasil meraih dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan.
Hasil ini menjadi bukti bahwa mereka sedang berada dalam tren positif, baik dari segi permainan maupun mental bertanding. Konsistensi lini belakang Persija menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan mereka dalam beberapa laga terakhir.
Organisasi pertahanan yang solid membuat lawan kesulitan menembus area berbahaya. Selain itu, efektivitas lini depan juga meningkat, sehingga peluang yang tercipta bisa dimaksimalkan dengan baik.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
