
Pemain PSBS Biak saat berjuang bertahan di Super League 2025/2026. (PSBS)
JawaPos.com — Situasi genting tengah membayangi PSBS Biak yang kini berada di ambang degradasi dari Super League 2025/2026. Laga melawan Persebaya Surabaya berpotensi menjadi titik akhir perjalanan mereka di kasta tertinggi.
PSBS Biak benar-benar berada dalam kondisi paling kritis sepanjang musim ini dengan hanya mengoleksi 18 poin dari 30 pertandingan. Posisi mereka yang terbenam di dasar klasemen menjadi gambaran nyata betapa beratnya perjuangan tim berjuluk Badai Pasifik tersebut.
Kondisi makin memburuk setelah kekalahan telak pada pekan ke-30 yang terasa seperti pukulan telak bagi mental tim. Bermain di Stadion Maguwoharjo, mereka dipermalukan Malut United dengan skor mencolok 0-7.
Hasil tersebut bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan yang terbesar sepanjang musim ini bagi PSBS. Lebih dari itu, permainan tim memperlihatkan penurunan drastis dalam hal organisasi, fokus, hingga daya juang di lapangan.
Kini, ancaman degradasi tidak lagi bersifat spekulatif atau sekadar hitungan di atas kertas. PSBS sudah berada di fase di mana nasib mereka bisa ditentukan kapan saja, bahkan lebih cepat dari yang diperkirakan.
Secara matematis, peluang untuk bertahan di liga utama memang belum sepenuhnya tertutup, tetapi sangat kecil. Mereka tertinggal 11 poin dari Madura United yang saat ini berada di batas aman klasemen.
Baca Juga:Dulu Ahmad Nufiandani, Kini Mikael Tata! Regenerasi Supersub Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Dengan empat pertandingan tersisa, PSBS hanya bisa mencapai maksimal 30 poin jika mampu menyapu bersih semua laga. Namun, skenario tersebut terasa sulit diwujudkan melihat tren performa tim yang justru terus menurun.
Delapan kekalahan beruntun menjadi bukti nyata krisis yang sedang dialami PSBS. Tidak hanya soal taktik, tetapi juga menyangkut kepercayaan diri pemain yang terlihat semakin menipis dari laga ke laga.
Situasi ini membuat harapan bertahan lebih banyak bergantung pada keajaiban ketimbang logika sepak bola. Dalam kondisi seperti ini, tekanan mental justru menjadi lawan terbesar yang sulit dikalahkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022