
Skuad PSIS Semarang. (Istimewa)
JawaPos.com - Kondisi PSIS Semarang menjelang kompetisi Liga 2 musim depan semakin menjadi sorotan. Setelah dinyatakan belum lolos lisensi klub PSSI 2026, Laskar Mahesa Jenar kini dibayangi ancaman pengurangan poin hingga potensi larangan merekrut pemain asing.
I League sebelumnya membuka peluang pemberian sanksi bagi klub Championship atau Liga 2 yang gagal memenuhi syarat lisensi klub PSSI. Sanksi yang disiapkan berupa pengurangan poin dengan jumlah bervariasi, mulai dari minus satu hingga minus lima poin saat kompetisi dimulai.
Dari daftar yang diumumkan, terdapat sembilan klub yang belum lolos lisensi. Klub tersebut antara lain Persiraja Aceh, Persela Lamongan, Sumsel United, Persiku Kudus, PSIS Semarang, Kendal Tornado, PSBS Biak, Persikad Depok, dan Persiba Balikpapan.
Sementara itu, beberapa klub yang sudah dinyatakan lolos lisensi di antaranya Semen Padang, Barito Putera, PSPS Pekanbaru, Deltras, PSMS Medan, dan Bekasi City. Meski demikian, peluang lolos masih terbuka karena PSSI memberikan kesempatan banding sekaligus waktu tambahan bagi klub untuk melengkapi dokumen hingga 22 Mei 2026.
Situasi PSIS langsung memancing perhatian suporter. Ketua Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng, ikut menanggapi kabar tersebut melalui akun Instagram pribadi @kepareng_wareng.
Dalam unggahannya, Wareng menyoroti ancaman hukuman pengurangan poin yang berpotensi diterima PSIS jika gagal memenuhi syarat lisensi klub. Dia juga mempertanyakan kendala yang membuat PSIS belum mampu menyelesaikan proses lisensi hingga saat ini.
Baca Juga:Kapten Bali United Ricky Fajrin Bagikan Kunci Bertahan di Sepak Bola Profesional untuk Pemain Muda
Meski begitu, Wareng tetap meminta suporter memberi dukungan kepada manajemen baru PSIS agar segera membenahi persoalan yang ada. Masalah yang dihadapi PSIS ternyata tidak berhenti pada urusan lisensi.
Klub asal Semarang itu juga disebut terancam kesulitan mendaftarkan pemain asing untuk musim depan. Penyebabnya, ada dua pemain asing yang dilaporkan masih membawa persoalan ke FIFA.
Kondisi tersebut disebut-sebut menjadi dampak dari masalah administrasi dan finansial yang belum sepenuhnya selesai dari musim sebelumnya. Jika tidak segera diselesaikan, situasi ini bisa memengaruhi persiapan tim menghadapi Liga 2 musim depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
