Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juli 2026 | 05.38 WIB

Persija Mulai Era Baru Shin Tae-yong, Tiga Pemain Naturalisasi Terancam Tergusur dari Skuad Macan Kemayoran

Pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-Yong jadi pelatih baru Persija Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-Yong jadi pelatih baru Persija Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Persija Jakarta dikabarkan mulai menyusun komposisi skuad untuk menghadapi super league musim 2026/2027 di bawah arahan pelatih baru Shin Tae-yong. 

Di tengah proses pembentukan tim Persija Jakarta untuk super league, muncul kabar yang cukup mengejutkan. Tiga pemain yang sebelumnya datang dengan ekspektasi tinggi, yakni Mauro Zijlstra, Shayne Pattynama, dan Cyrus Margono, disebut tidak masuk dalam rencana pelatih Shin Tae-yong.

Kabar ini langsung memicu berbagai reaksi dari kalangan pendukung Persija. Sebagian mempertanyakan keputusan pelatih Shin Tae-yong karena ketiga pemain itu datang dengan status yang cukup istimewa.

Mauro Zijlstra dan Shayne Pattynama dikenal sebagai pemain keturunan Indonesia yang sempat mendapat sorotan besar saat bergabung dengan Macan Kemayoran. Sementara itu, Cyrus Margono, yang memiliki kewarganegaraan terbatas terkait status keturunannya, juga digadang-gadang mampu memberikan kualitas tambahan di dalam skuad.

Namun kenyataannya, penampilan mereka sepanjang musim lalu belum mampu memenuhi ekspektasi. Ketiganya kesulitan tampil konsisten dan belum benar-benar menjadi pembeda dalam permainan Persija. Situasi itu membuat peluang mereka bertahan di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong semakin kecil.

Meski belum ada pernyataan resmi dari klub mengenai masa depan ketiga pemain tersebut, isu bahwa mereka tidak masuk dalam skema pelatih mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Tidak sedikit suporter yang menyayangkan kemungkinan tersebut. Sebagian bahkan mempertanyakan arah pembangunan tim yang diinginkan Shin Tae-yong.

Namun di sisi lain, ada pula yang menilai pelatih seharusnya diberikan kebebasan penuh menentukan pemain sesuai kebutuhan taktiknya. Membangun tim yang kompetitif memang membutuhkan kesamaan visi antara manajemen, pelatih, dan pendukung. 

Jika sejak awal proses pembentukan skuad sudah diwarnai perbedaan pandangan, jalan Persija untuk bersaing memperebutkan gelar tentu tidak akan mudah. Dalam sepak bola modern, pelatih umumnya membutuhkan keleluasaan untuk memilih pemain yang benar-benar sesuai dengan filosofi permainan yang ingin diterapkan. 

Nama besar maupun popularitas seorang pemain tidak selalu menjadi jaminan mendapat tempat di dalam tim utama. Situasi seperti ini juga mengingatkan pada proses regenerasi yang pernah dilakukan Shin Tae-yong saat menangani Timnas Indonesia. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore