
Pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-Yong jadi pelatih baru Persija Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Persija Jakarta dikabarkan mulai menyusun komposisi skuad untuk menghadapi super league musim 2026/2027 di bawah arahan pelatih baru Shin Tae-yong.
Di tengah proses pembentukan tim Persija Jakarta untuk super league, muncul kabar yang cukup mengejutkan. Tiga pemain yang sebelumnya datang dengan ekspektasi tinggi, yakni Mauro Zijlstra, Shayne Pattynama, dan Cyrus Margono, disebut tidak masuk dalam rencana pelatih Shin Tae-yong.
Kabar ini langsung memicu berbagai reaksi dari kalangan pendukung Persija. Sebagian mempertanyakan keputusan pelatih Shin Tae-yong karena ketiga pemain itu datang dengan status yang cukup istimewa.
Mauro Zijlstra dan Shayne Pattynama dikenal sebagai pemain keturunan Indonesia yang sempat mendapat sorotan besar saat bergabung dengan Macan Kemayoran. Sementara itu, Cyrus Margono, yang memiliki kewarganegaraan terbatas terkait status keturunannya, juga digadang-gadang mampu memberikan kualitas tambahan di dalam skuad.
Namun kenyataannya, penampilan mereka sepanjang musim lalu belum mampu memenuhi ekspektasi. Ketiganya kesulitan tampil konsisten dan belum benar-benar menjadi pembeda dalam permainan Persija. Situasi itu membuat peluang mereka bertahan di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong semakin kecil.
Meski belum ada pernyataan resmi dari klub mengenai masa depan ketiga pemain tersebut, isu bahwa mereka tidak masuk dalam skema pelatih mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Tidak sedikit suporter yang menyayangkan kemungkinan tersebut. Sebagian bahkan mempertanyakan arah pembangunan tim yang diinginkan Shin Tae-yong.
Namun di sisi lain, ada pula yang menilai pelatih seharusnya diberikan kebebasan penuh menentukan pemain sesuai kebutuhan taktiknya. Membangun tim yang kompetitif memang membutuhkan kesamaan visi antara manajemen, pelatih, dan pendukung.
Jika sejak awal proses pembentukan skuad sudah diwarnai perbedaan pandangan, jalan Persija untuk bersaing memperebutkan gelar tentu tidak akan mudah. Dalam sepak bola modern, pelatih umumnya membutuhkan keleluasaan untuk memilih pemain yang benar-benar sesuai dengan filosofi permainan yang ingin diterapkan.
Nama besar maupun popularitas seorang pemain tidak selalu menjadi jaminan mendapat tempat di dalam tim utama. Situasi seperti ini juga mengingatkan pada proses regenerasi yang pernah dilakukan Shin Tae-yong saat menangani Timnas Indonesia.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
