
Pelatih fisik Persebaya Surabaya Diogo Carvalho memberikan instruksi kepada pemain saat sesi latihan jelang 99th Anniversary Game menghadapi PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tidak menjadikan hasil akhir sebagai target utama saat menghadapi PSIS Semarang pada 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7/2026).
Pelatih fisik Diogo Carvalho menegaskan laga tersebut menjadi ajang mengukur perkembangan fisik, intensitas permainan, serta implementasi seluruh program latihan yang telah dijalani Green Force selama masa pramusim.
Persebaya Surabaya memasuki Anniversary Game dengan pendekatan berbeda dibanding pertandingan kompetitif. Fokus utama tim pelatih bukan mengejar kemenangan semata, melainkan memastikan seluruh proses latihan yang berlangsung selama hampir sepekan mulai terlihat di atas lapangan.
Pelatih fisik Diogo Carvalho menjelaskan pertandingan melawan PSIS Semarang menjadi tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana para pemain mampu menerapkan konsep permainan yang telah dibangun.
Karena itu, indikator keberhasilan tidak hanya diukur dari skor akhir, tetapi juga kualitas permainan yang ditampilkan selama 90 menit.
"Dalam pertandingan nanti, yang paling saya ingin lihat bukan sekadar hasil akhir. Saya ingin melihat para pemain mampu menerapkan apa yang telah kami kerjakan selama masa pramusim," ujar Diogo dikutip dari laman resmi Persebaya.id, Jumat (16/7/2026).
“Saya berharap tim menunjukkan intensitas yang tinggi, pergerakan yang baik, kemampuan menjaga tempo permainan, reaksi cepat setelah kehilangan bola, serta komitmen penuh dalam setiap fase permainan.”
Pernyataan tersebut menunjukkan Anniversary Game memiliki fungsi sebagai bagian dari proses pembentukan tim sebelum menghadapi kompetisi resmi. Tim pelatih ingin memastikan seluruh fondasi permainan mulai terbentuk sejak awal masa persiapan.
Setelah menjalani enam hari latihan bersama, kondisi fisik pemain Persebaya Surabaya dinilai berkembang sesuai target. Program latihan yang mengombinasikan aspek fisik, teknik, dan taktik mulai menunjukkan hasil positif.
Diogo mengaku puas melihat respons seluruh pemain selama menjalani latihan pramusim. Menurut pelatih asal Portugal itu, para pemain menunjukkan profesionalisme tinggi sehingga proses peningkatan kebugaran berjalan sesuai rencana.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
