Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2026 | 18.17 WIB

Persebaya Surabaya Tak Main-main! CMJ Test Jadi Senjata Rahasia Mengukur Kesiapan Pemain Jelang Piala Presiden 2026

Pelatih fisik Persebaya Surabaya Diogo Carvalho memantau hasil CMJ Test menggunakan teknologi VALD Performance untuk mengukur kondisi fisik pemain usai laga pramusim. (Persebaya) - Image

Pelatih fisik Persebaya Surabaya Diogo Carvalho memantau hasil CMJ Test menggunakan teknologi VALD Performance untuk mengukur kondisi fisik pemain usai laga pramusim. (Persebaya)

JawaPos.com - Persebaya Surabaya langsung mengevaluasi kondisi fisik pemain usai laga pramusim kontra PSIS Semarang yang berakhir imbang 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo. Recovery pada Selasa (21/7) tak hanya berisi pemulihan, tetapi juga pengukuran ilmiah melalui Counter Movement Jump (CMJ) Test untuk memastikan kesiapan skuad menghadapi Piala Presiden 2026.

Mengapa Persebaya Surabaya Menggelar CMJ Test Setelah Laga Pramusim?

Persebaya Surabaya memberikan waktu istirahat selama sehari kepada para pemain setelah menjalani 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang. Namun, masa pemulihan tersebut tetap berada dalam pengawasan ketat tim pelatih dan tim medis agar kondisi seluruh pemain dapat dipantau secara menyeluruh.

Pada Selasa (21/7), seluruh pemain kembali berkumpul di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo. Selain menjalani recovery di lapangan, mereka juga mengikuti evaluasi fisik berbasis data untuk mengetahui respons tubuh setelah menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan sport science yang terus diterapkan Persebaya Surabaya dalam mempersiapkan tim menghadapi musim 2026/2027. Evaluasi dilakukan bukan berdasarkan pengamatan semata, melainkan menggunakan data objektif sebagai dasar pengambilan keputusan.

Pelatih fisik Persebaya Surabaya, Diogo Carvalho, menegaskan pemantauan kondisi fisik pemain menjadi aspek penting dalam program latihan. Intensitas pertandingan yang semakin padat membuat setiap pemain harus berada dalam kondisi optimal sebelum kembali menjalani sesi latihan berikutnya.

Apa Fungsi CMJ Test bagi Kondisi Pemain?

Salah satu metode yang digunakan dalam sesi recovery adalah Counter Movement Jump (CMJ) Test. Tes tersebut dirancang untuk mengukur kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, hingga kesiapan pemain mengikuti latihan maupun pertandingan selanjutnya.

"Tes CMJ menjadi salah satu instrumen penting bagi kami untuk memantau kondisi fisik pemain. Melalui tes ini, kami bisa mendapatkan data yang akurat mengenai kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, serta kesiapan pemain untuk menjalani latihan maupun pertandingan," tutur Coach Diogo.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, setiap pemain telah memiliki data dasar yang dikumpulkan sejak awal masa persiapan. Hasil pengukuran terbaru kemudian dibandingkan dengan nilai acuan masing-masing pemain agar perubahan kondisi fisik dapat terlihat secara jelas.

"Kami memiliki data awal atau nilai acuan dari setiap pemain. Setelah itu, hasil tes akan dibandingkan dengan data tersebut untuk melihat perubahan kondisi fisik mereka. Dari sana kami bisa mengetahui apakah pemain berada dalam kondisi optimal, mengalami kelelahan, atau memiliki risiko cedera," imbuh dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore