
Liga Putri Indonesia 2026 resmi diperkenalkan dan akan dimulai 17 Oktober. Kompetisi perdana diikuti enam klub dan digelar terpusat di Jabodetabek. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)
CEO IWL Teddy Tjahjono menjelaskan, IWL musim pertama diikuti enam klub, yaitu Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garudayaksa FC. Pemilihan enam klub di kawasan tersebut bukan tanpa alasan. Teddy ingin memastikan kompetisi memiliki fondasi operasional yang kuat sebelum berkembang lebih besar.
”Jadi, kami mulai dengan enam klub di area Jabodetabek untuk memastikan bahwa secara operasional juga efisien,” ujar mantan petinggi klub Persib Bandung itu dalam konferensi pers peluncuran IWL di Jakarta, kemarin (11/8).
Konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan liga. IWL diharapkan tidak hanya hadir dalam satu musim, lalu kembali terhenti seperti kompetisi putri sebelumnya. Sebelumnya, ada Liga 1 Putri. Kompetisi itu bergulir pada 2019. Namun, hanya bertahan semusim. Setelah itu, vakum sampai sekarang.
Karena itu, komitmen keberlanjutan menjadi salah satu perhatian utama dalam pembentukan IWL. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut klub-klub peserta telah menyatakan komitmen untuk menjalankan kompetisi dalam jangka waktu lima tahun.
Menurut Erick, keputusan memulai kompetisi dengan enam klub juga merupakan hasil kalkulasi yang cukup panjang. Salah satu pertimbangan terbesar adalah persoalan biaya operasional, terutama perjalanan antarkota yang menjadi tantangan tersendiri di Indonesia.
Karena itu, PSSI memilih pendekatan bertahap. Kompetisi tidak langsung dipaksakan dengan jumlah peserta besar yang berpotensi membebani klub. Dengan klub yang berada di kawasan Jabodetabek, biaya perjalanan dan akomodasi bisa ditekan.
Skema tersebut juga diharapkan memberikan ruang bagi pemain yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa. Pertandingan direncanakan berlangsung pada akhir pekan sehingga aktivitas pendidikan pemain tetap bisa berjalan pada hari kerja.
”Nah, ini yang kita harus jaga kenapa kita mulai dengan 6 klub dan jarak tempuhnya juga masih di sekitar sini. Klub-klub tidak perlu keluar uang untuk menginap, ya. Latihan jalan terus. Pemain bisa fokus (bertanding, Red) Sabtu-Minggu. Barangkali ada pemain, mohon maaf, yang masih sekolah atau kuliah, gitu, kan. Mereka masih bisa sekolah Senin-Jumat, kuliah, nah, tapi Sabtu-Minggu bal-balan,” terang Erick.
Terkait format, IWL musim pertama akan menggunakan format home tournament. Setiap klub dijadwalkan menjalani sedikitnya 15 pertandingan pada fase liga sebelum memasuki babak semifinal dan final.
”Jadi, itu adalah minimum menit bermain yang dimiliki oleh masing-masing klub untuk musim pertama ini,” tegas Teddy.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022