Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Agustus 2026 | 23.41 WIB

Persebaya Genjot Fisik dan Mental di Thailand Jelang Super League 2026/2027

Pemain Persebaya Yuran Fernandes berebut bola dengan Pemain Port FC Carlos Eduardo dalam pertandingan Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/8). Persebaya menggenjot fisik dan mental di Thailand untuk menghadapi Super League 2026/2027 dan League Cup. (Riana Setiawan/ Jawa Pos) - Image

Pemain Persebaya Yuran Fernandes berebut bola dengan Pemain Port FC Carlos Eduardo dalam pertandingan Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/8). Persebaya menggenjot fisik dan mental di Thailand untuk menghadapi Super League 2026/2027 dan League Cup. (Riana Setiawan/ Jawa Pos)

JawaPos.com – Pemusatan latihan di Thailand menjadi agenda penting dalam persiapan pramusim Persebaya Surabaya. Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menegaskan ada beberapa hal yang wajib ditingkatkan anak asuhnya berdasarkan evaluasi dalam tujuh pertandingan pramusim yang sudah dilakoni.

Salah satunya adalah soal transisi bertahan. Tavares menyebut lini belakang tidak boleh lagi lengah atau melakukan kesalahan, seperti saat melawan Penang FC pada 15 Agustus lalu.

Tavares menyebut saat melawan Penang FC, setidaknya ada dua hingga tiga kesempatan bagi lawan untuk mencetak gol.

Hal tersebut tentu akan sangat berbahaya jika kembali terjadi saat pertandingan perdana Super League 2026-2027 pada 5 September mendatang melawan tuan rumah Bhayangkara FC.

“Kami harus fokus pada keseimbangan lini belakang. Saya berharap 5 September itu semua tidak terulang lagi,” terangnya dalam jumpa pers seusai pertandingan melawan Penang FC pada 15 Agustus lalu.

Tavares juga sudah mempersiapkan program untuk meningkatkan fisik dan mental.

Menurutnya, dua hal itu sangat penting bagi Green Force dalam menjalani jadwal padat musim ini, baik di Super League maupun League Cup.

“Karena terkadang, (lelah fisik dan mental) itu membuat kami terlalu banyak emosi pada keputusan wasit,” tegasnya. Hal tersebut tentu saja akan merugikan tim karena anak asuhnya bisa mendapatkan banyak kartu. “Kami harus bisa mengontrol ini,” tambahnya.

Yang jelas, pelatih asal Portugal itu berharap pemainnya tetap rendah hati. Raihan gelar Piala Presiden 2026 tidak membuat anak asuhnya berpuas diri.

“Kami juga harus fokus pada diri sendiri. Bekerja keras dan memulihkan pemain yang cedera agar semua siap untuk 5 September,” paparnya. 

Editor: Hendra
Sumber: Jawa Pos Koran
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore