Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 September 2026 | 19.38 WIB

Awali Championship 2026/2027 dengan Poin Minus, Manajemen Semen Padang FC Ungkap Kronologi

Semen Padang FC luncurkan jersey untuk menghadapi musim 2026/2027 di Tangerang, Banten, Selasa (25/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Semen Padang FC luncurkan jersey untuk menghadapi musim 2026/2027 di Tangerang, Banten, Selasa (25/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - General Manager Semen Padang FC, Denny Shulton, memberikan penjelasan mengenai sanksi penguran poin yang didapat timnya menjelang bergulirnya kompetisi Championship 2026/2027. Denny menjelaskan, sanksi tersebut didapat karena berkaitan dengan Club Licensing.

Semen Padang FC harus memulai kompetisi dengan poin minus satu. Sanksi administratif yang diterima skuad Kabau Sirah - julukan Semen Padang - berkaitan erat dengan prosedur pendaftaran stadion homebase dalam kriteria Club Licensing yang diterapkan operator kompetisi.

Semen Padang FC tidak mendaftarkan kandang utama mereka, yakni Stadion Gelora H. Agus Salim karena sedang menjalani renovasi total. Nah, manajemen, kata Denny, sempat mendaftarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk dijadikan kandang di Championship 2026/2027.

“Proses ini berawal ketika Stadion H. Agus Salim (GHAS) harus menjalani renovasi total, sehingga belum dapat didaftarkan sebagai venue utama. Di tengah tenggat waktu pendaftaran licensing yang sangat terbatas pada periode tersebut, manajemen musim lalu 2025/26 mendaftarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai opsi alternatif agar pemenuhan lisensi klub dapat diselesaikan tepat waktu,” terang Denny dalam keterangan resmi Semen Padang FC, Jumat (11/9/2026).

Namun, dalam perkembangannya, Semen Padang FC batal memakai Stadion GBLA karena penyesuaian operasional klub, termasuk mempertimbangkan efisiensi biaya yang ditanggung selama mengarungi kompetisi. Manajemen Kabau Sirah pun sempat mengirimkan surat permohonan pengalihan homebase ke stadion lain, namun tidak disetujui oleh operator kompetisi.

“Dalam perkembangannya musim ini, klub melakukan penyesuaian efisiensi operasional dan beban finansial tim. Penyesuaian tersebut ditindaklanjuti dengan mengajukan surat permohonan resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mengalihkan lokasi homebase ke stadion lain. Namun, permohonan alih lokasi tersebut tidak dapat disetujui oleh operator liga,” terang Denny.

Karena batal memakai GBLA, Semen Padang FC pun memilih Stadion Patriot Candrabhaga sebagai kandang mereka di Championship 2026/2027. Situasi ini lah yang membuat Kabau Sirah terkena sanksi administratif pengurngan 1 poin. Sebab, mereka tidak mendaftarkan homebase sesuai dengan yang dipakai sehingga melanggar aturan Club Licensing.

“Sesuai aturan Club Licensing, setiap tim diwajibkan bertanding di stadion yang telah didaftarkan sejak awal. Langkah penyesuaian lokasi pertandingan dari yang tercantum pada dokumen lisensi periode lalu tersebut secara otomatis berdampak pada penerapan sanksi administratif berupa pengurangan 1 poin,” terang Denny.

Meski demikian, manajemen Semen Padang FC menghormati keputusan yang telah ditetapkan. Denny menegaskan sanksi tersebut tidak menurunkan fokus skuad Kabau Sirah dalam mengarungi kompetisi Championship 2026/2027.

Editor: Edi Yulianto
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore