
Jeda FIFA Matchday selama tiga pekan dimanfaatkan PSS Sleman untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kesiapan tim. (Dok. PSS)
JawaPos.com - PSS Sleman belum mendapatkan hasil maksimal dalam tiga pertandingan awal Super League 2026/2027. Namun, kondisi tersebut tidak membuat tim larut dalam kekecewaan. Jeda FIFA Matchday selama tiga pekan justru dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kesiapan tim.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, memilih langsung mengarahkan pemain kembali ke lapangan setelah pertandingan terakhir. Skuad Super Elang Jawa hanya mendapat waktu istirahat selama dua hari sebelum kembali menjalani latihan.
Pieter mengatakan kondisi tersebut menunjukkan para pemain tetap memiliki motivasi untuk memperbaiki performa. Menurutnya, hasil dari tiga pertandingan awal tidak terlalu memengaruhi kondisi psikologis skuad.
“Mereka tampak tidak terpengaruh. Kami sudah mulai berlatih lebih awal. Sebagian besar tim memiliki waktu libur selama satu pekan, sementara kami memilih hanya dua hari. Jadi, kami sudah kembali berlatih sejak kemarin dan hari ini,” kata Pieter di Lapangan Pakembinangun, Jumat (25/9/2026) sore WIB, dikutip dari laman resmi PSS.
Pelatih asal Belanda tersebut menilai jeda tiga pekan menjadi kesempatan yang cukup penting bagi PSS Sleman. Waktu tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kebugaran pemain sekaligus memperkuat pemahaman mengenai gaya permainan yang ingin diterapkan.
Hal ini juga berkaitan dengan kondisi beberapa pemain yang belum menjalani pramusim secara penuh. Pieter berharap tambahan waktu latihan membuat para pemain semakin terbiasa dengan sistem permainan tim.
“Bagi kami, ini penting. Kami memiliki waktu tiga pekan untuk meningkatkan kebugaran pemain dan memastikan mereka yang hanya menjalani pramusim dalam waktu singkat dapat semakin terbiasa dengan cara bermain yang kami inginkan,” ujarnya.
Pieter juga menyadari tiga pertandingan awal bukan perjalanan mudah bagi PSS Sleman. Dua dari tiga laga tersebut dimainkan di kandang lawan. Selain itu, lawan yang dihadapi dinilai memiliki kualitas dan target bersaing di papan atas.
Meski demikian, Pieter tetap melihat sisi positif dari penampilan tim. Ia menilai PSS masih menunjukkan permainan yang bisa dikembangkan untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
“Kepercayaan diri kami tetap tinggi. Kami tahu tim ini memiliki kualitas. Kami juga sudah menghadapi tiga tim yang kuat. Dua pertandingan di antaranya berlangsung tandang. Jadi, secara permainan, kami sebenarnya tidak tampil terlalu buruk,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022