JawaPos Radar | Iklan Jitu

Besok, Satgas Antimafia Bola Panggil Bendahara PSSI

07 Januari 2019, 15:10:59 WIB
Besok, Satgas Antimafia Bola Panggil Bendahara PSSI
Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola akan memanggil Bendahara PSSI, Berlington Siahaan, pada Selasa (8/1) esok (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola akan memanggil Bendahara PSSI, Berlington Siahaan, pada Selasa (8/1) esok. Berlington dipanggil menjadi saksi atas laporan oleh manajer klub Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani soal dugaan pengaturan skor dalam ajang Liga 2 dan Liga 3 2018.

Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, pemanggilan kepada Berlington Siahaan itu merupakan salah satu dari rangkaian penyidikan. Tujuannya untuk mengusut keterlibatan keempat tersangka mafia pengaturan skor yang sudah ditahan di Polda Metro Jaya.

"Perkembangan kasus ini, kami memanggil kepada Bendahara PSSI. Yang bersangkutan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi Selasa," ujarnya di Polda Metro Jaya, Senin (7/1).

Argo pun tak menampik jika pemanggilan Berlington Siahaan itu berhubungan dengan nama Vigit Waluyo, yang disebut-sebut sebagai dalang pengaturan skor di Liga 2 2018.

Ia menjelaskan, Vigit Waluyo berperan sebagai penyedia uang sebesar Rp 115 juta rupiah untuk diberikan kepada anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Riyanto alias Mbah Putih.

"Kami masih melakukan penyidikan ya. Saksi-saksi kami panggil semua kemudian akan dilakukan gelar perkara," kata Argo.

Diketahui, Satgas Anti Mafia Bola telah menahan empat tersangka, yakni anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Riyanto alias Mbah Putih, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johat Ling Eng, mantan wasit futsal Anik Yuni Artika dan ayahnya yang merupakan mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto di rutan Polda Metro Jaya.

Para tersangka dijerat Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan, Pasal 5 juncto Pasal 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Wildan Ibnu Walid

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up