JawaPos Radar | Iklan Jitu

PSIM Jogja Bisa Kembali Gunakan Mandala Krida dengan Sejumlah Syarat

12 Januari 2019, 19:35:59 WIB
psim jogjakarta
Pemandangan terkini Stadion Mandala Krida yang sudah sepenuhnya selesai direnovasi. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Share this

JawaPos.com - PSIM Jogjakarta dapat kabar gembira dari Pemprov Daerah Istimewa Jogjakarta. Stadion Mandala Krida yang sudah selesai direnovasi bisa digunakan sebagai homebase PSIM. Namun ada catatan yang mengiringi izin bagi PSIM.

Pemprov DIJ memberikan angin segar bagi PSIM Jogja. Stadion Mandala Krida hasil renovasi tetap bisa menjadi homebase klub berjuluk Laskar Mataram itu. Dengan catatan, manajemen PSIM harus melakukan pembicaraan ulang dengan Badan Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pembicaraan dengan manajemen PSIM diperlukan untuk menentukan tarif sewa sekaligus sosialisasi peraturan penggunaan stadion. “Prinsipnya (Stadion Mandala Krida, Red) bisa jadi homebase PSIM,” ujar Baskara, Jumat (11/1).

Sebagaimana diketahui, selama Mandala Krida direnovasi PSIM kerap jadi tim musafir. Mereka menggelar laga kandang di Stadion Sultan Agung, Bantul. Bahkan pernah menggunakan Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, Jawa Tengah.

Stadion Mandala Krida sendiri direnovasi selama kurang lebih enam tahun. Sejak 2012. Dan diresmikan kembali oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono X pada Kamis (10/1).

Baskara mendorong manajemen PSIM Jogja segera mengajukan permohonan kerja sama penggunaan Mandala Krida sebelum musim kompetisi Liga 2 2019 dimulai. Soal sistem transaksinya, menurut Baskara, masih dirumuskan. Bisa dalam bentuk sewa. Atau metode lain.

“Dilihat regulasinya nanti,” katanya. Baskara mengaku masih akan mendalami bentuk kerja sama dengan PSIM, yang pernah terjalin selama ini.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menaruh harapan besar kepada PSIM untuk bisa berlatih dan bertanding di Mandala Krida. Terutama demi mendongkrak prestasi tim. Heroe siap mendukung PSIM dengan mencarikan kelompok usaha sebagai sponsor klub. Mengingat pemerintah daerah tak lagi bisa menyokong dana bagi klub sepak bola profesional.

“Kalau (menyokong, Red) dana kan tidak mungkin. Saat ini kami hanya hanya mampu dukung semangat,” ucapnya.

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : jpg

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini