JawaPos Radar | Iklan Jitu

Piala Asia U-16 2018

Pelatih Malaysia Ini Pilih 'Membelot' Dampingi Timnas U-16

21 September 2018, 18:53:39 WIB | Editor: Agus Dwi W
raja isa
Raja Isa menjadi pendamping Timnas U-16 sejak masa persiapan hingga bertanding di Piala Asia U-16 di Malaysia. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Sosok Raja Isa rasanya cukup akrab dengan penggemar sepak bola Indonesia. Pria ini pernah menangani sejumlah klub sepak bola di tanah air. Salah satu di antaranya adalah Persipura Jayapura.

Status Raja Isa hingga saat ini masih menjadi warga Malaysia. Namun, dia ternyata lebih menyukai atmosfer sepak bola Indonesia. Maklum, pria kelahiran Ampang, Selangor, ini cukup lama berkecimpung di sepak bola tanah air. 

Meski sempat kembali ke negeri kelahirannya, kecintaan Raja Isa kepada Indonesia ternyata tidak pernah luntur. Buktinya, dia rela mendampingi Timnas U-16 selama berlaga di Piala Asia U-16 2018 yang berlangsung di Malaysia.

Tak hanya mengawal David Maulana dkk, Raja Isa juga mempersiapkan segala kebutuhan Timnas sejak melakukan pemusatan latihan. Ya, Garuda Asia memang sudah tiba di Malaysia sejak 29 Agustus lalu. Nah, Raja Isa lah yang mencarikan tempat latihan dan lawan uji tanding buat skuad asuhan Fakhri Husaini itu.

”Ini seperti yang saya bilang, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Satu penghargaan, diminta secara langsung oleh Pak Johar Lin Eng (Exco PSSI, red) dan Ratu Tisha (Sekjen PSSI, red) untuk membantu Timnas Indonesia,” tutur pria yang juga pernah menangani Persijap Jepara itu.

Saat ditanya apakah tak ingin melatih klub di Indonesia lagi, Raja Isa menjawab cepat, ”Tentu saya sangat antusias (bisa melatih klub Indonesia lagi).” 

Dia mengakui, atmosfer suporter di Indonesia jauh berbeda jika dibandingkan dengan negaranya. Di Indonesia, suporter bisa menekan mental tim tamu dengan keriuhan dan teriakan sepanjang pertandingan.

”Saya pernah kembali melatih salah satu tim di Malaysia. Tetapi, atmosfernya seperti uji tanding. Tidak ramai, tidak ada tekanan dari suporter. Padahal, dengan tekanan, saya bisa matang sebagai pelatih,” tutup pria 52 tahun tersebut. 

(nia/c11/bas)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up