Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 November 2016 | 14.09 WIB

Tak Sabar Menanti FM Tahun Depan, Race Aman dan Nyaman Bikin Puas

Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Gatot Subroto, Pangdam V brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Direktur Utama PT Jawa Pos Koran, Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Kemenpora Teguh - Image

Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Gatot Subroto, Pangdam V brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Direktur Utama PT Jawa Pos Koran, Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Kemenpora Teguh

JawaPos.com - Rasanya, seluruh peserta Jawa Pos Fit East Java Half-Marathon puas dengan race yang digelar kemarin di kawasan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Event lari terbesar di Jawa Timur itu merupakan race dengan clearance lalu lintas yang terjaga penuh.



Dari trek yang dilalui pelari, hampir tidak ada yang bocor dilewati kendaraan bermotor. "Event-event lari di Indonesia problemnya selalu sama. Jalan tidak steril. Jadi, kami berusaha bagaimana event di Jawa Timur ini beda dengan yang lain," ujar Azrul Ananda, direktur utama PT Jawa Pos Koran, kemarin.



Sebanyak 3.200 peserta dari 12 negara benar-benar bisa merasakan sensasi berlari di atas jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura itu. Peserta kategori half-marathon (HM/21, 0975 km) dilepas tepat pukul 05.30 oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Gus Ipul -sapaan Saifullah Yusuf- didampingi Pangdam V/Brawijaya I Made Sukadana, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Gatot Subroto, dan Asisten Deputi Sentra Keolahragaan Kemenpora Teguh Raharjo. 



Dari titik start di 100 meter utara pintu tol sisi Surabaya, pelari kategori HM harus melaju ke arah Madura hingga 10,5 km. Setelah itu memutar balik menuju arah Surabaya. Pelari kategori HM harus melewati lima checkpoint untuk memastikan bahwa mereka melalui keseluruhan trek. 



Untuk kategori 10K, flag off dilakukan pada pukul 06.10. Para peserta kategori itu berlari hingga ujung jembatan sisi Madura, lalu kembali lagi ke titik start. Lalu, untuk kategori 5K, flag off dilakukan pada pukul 06.25. 



Cuaca yang terik di atas Jembatan Suramadu telah diantisipasi panitia dengan menyediakan water station setiap 2 km dan spons dingin. "Race ini sudah paling nyaman buat saya. Water station juga benar-benar diperhatikan," kata Rini Budiarti, pelari nasional. Peraih medali emas PON XIX/2016 untuk nomor lari 3.000 meter halang rintang itu kemarin menjadi juara di kategori 10K nasional. 



Tahun depan ajang itu bakal di-upgrade dengan menambahkan kategori full marathon (FM/42,195 km). Lokasinya bisa Suramadu lagi atau tengah kota. Bisa juga tempat lain. Semua opsi masih terbuka. "Mohon maaf kalau ada kekurangan. Ini event pertama kami. Kami janji tahun depan akan jauh lebih baik lagi," kata Azrul.



Harapan yang sama disampaikan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Bagi Gus Ipul, event kemarin merupakan sejarah baru bagi Jawa Timur. "Mudah-mudahan ini awal baru dan nantinya akan menjadi ikon Jawa Timur dan Indonesia," kata mantan menteri pembangunan daerah tertinggal itu.





Pelari Nasional Saingi Kenya 



Pelari nasional Agus Prayogo pantas menjadi bintang di race kemarin. Agus memenangi kategori HM nasional. Catatan waktunya jusru melebihi juara kategori HM open. Agus mendapatkan catatan waktu 1 jam 11 menit. Sedangkan juara HM open Charles Kipkorir Kipsang dari Kenya mencatatkan waktu 1 jam 12 menit 29 detik.



Hasil itu membuktikan bahwa pelari Indonesia bisa bersaing dengan para pelari Kenya. "Maunya nggak pengin nge-push, tapi di lintasan ada pelari Kenya, ya akhirnya hajar, mereka saya lewati," ujar Agus dengan penuh keyakinan. Sebagai pelari tumpuan Indonesia, catatan waktunya kemarin sudah cukup bagus. Terlebih, rute yang cukup menantang plus kondisi cuaca dan angin kemarin membuatnya realistis dengan hasil tersebut.



"Yang jelas, event ini turut bantu prestasi olahraga lari nasional. Ini juga menjadi media buat atlet daerah ikut lomba," tutur pria yang juga anggota TNI tersebut. Selain Agus, sebagian besar pelari nasional yang hadir turut mengisi podium di setiap kategori.



Pelari lain, Atjong Tio Purwanto, yang juga menjadi bagian pelatnas atletik Indonesia, menuntaskan dendamnya. Pada kategori 10K, dia mengungguli pelari nasional lainnya, Jauhari Johan. Sempat tertinggal dari Johan, pemuda yang juga aktif sebagai anggota TNI itu menggenjot fisiknya hingga finis 32 menit 45 detik. Catatan itu hanya selisih 7 detik dengan Jauhari.



"Dulu pernah lari di Suramadu tanpa persiapan matang. Gagal karena pingsan sebelum finis. Sekarang terbayar lunas," katanya. Namun, di kategori open putra, pelari Kenya Stanley Kipkoech Kirui menuntaskan lomba kemarin di posisi terdepan. Dia memimpin dengan 30 menit 54 detik.



Stanley, yang kerap mengisi podium di sejumlah event lari besar di Indonesia, memang mengincar Jawa Pos East Java Half-Marathon sejak tiba Oktober lalu. "Ini kali pertama saya lari di sini. Saya sangat suka course lari di sini, sangat menantang," ucap dia.(nap/nes/c11/tom)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore