Mantan pelatih Pelatnas PBSI, Irwansyah. (Dok. PBSI)
JawaPos.com - Mantan pelatih Pelatnas PBSI, Irwansyah buka-bukaan perihal kepindahannya ke India. Dia mengungkapkan bahwa dirinya melanjutkan karier ke negara Asia Selatan tersebut karena permintaan langsung dari Pusarla Venkatha (PV) Sindhu.
Irwansyah telah mengakhiri kariernya sebagai pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI per 31 Desember 2024. PBSI memutuskan mencari pelatih teknik berdasarkan seleksi dan rekrutmen terbuka.
Irwansyah pun memutuskan tak mendaftarkan diri karena di masa-masa terakhir bersama PBSI tak mulus. Dia pun memilih untuk hengkang ke India setelah mendapatkan tawaran.
Eks pelatih Jonatan Christie itu telah mendampingi pebulu tangkis tunggal putri PV Sindhu dalam tiga turnamen awal BWF World Tour 2025, yakni Malaysia Open 2025 (Super 1000), India Open 2025 (Super 750), dan Indonesia Masters 2025 (Super 500).
Irwansyah mengaku memang dikontrak oleh India untuk menangani Sindhu. "Tapi memang ada beberapa pemain nanti, saya latih juga, pemain-pemain yang berbakat," katanya ditemui di Istora Senayan beberapa waktu lalu.
Menurut Irwansyah, status kepelatihan seperti dirinya sudah umum di India. Setiap atlet, terutama yang besar, punya pelatih masing-masing.
Nah kebetulan, Irwansyah dipanggil dan ditawarkan oleh Asosiasi Bulu Tangkis India (BAI) sebagai pelatih PV Sindhu. Namun dia tak ingin menangani satu atlet saja, sehingga disepakati nantinya ada beberapa pemain lain juga. Namun fokus utamanya tetap ke Sindhu.
"Sementara yang masih Sindhu. Tapi memang untuk sparring-sparring dia itu kan ada pemain-pemain tunggal grup lain untuk sparring dia. Mungkin ada empat atlet cewek, termasuk PV Sindhu. Jadi memang enggak campur, tapi memang fokusnya juga ke Sindhu juga," katanya.
Sistem kepelatihan seperti itu, kata Irwansyah, tertuang dalam kontrak. Dia juga mengungkapkan dirinya ditawari oleh BAI karena PV Sindhu yang minta langsung.
"Ada juga di situ (kontrak) dibilang, tadinya kan memang Sindhu yang minta dan udah ngomong, bicara sama federasinya. Tapi memang habis ini ada dikit yang dimasukkan. Karena memang mereka mau yang penerus-penerusnya ini ikut," tuturnya.
"Saya mau dia bersaing gitu. Untuk menaikkan standar Sindhu, dia harus bersaing sama yang lain. Kalau dia saja sendiri, nggak ada yang narik gitu. Itu nggak bagus," imbuh Irwansyah.
Lantas sampai kapan Irwansyah akan menangani tunggal putri India, khususnya PV Sindhu? "Kontrak saya dua tahun. Tapi memang mereka ya pasti mereka mau Olimpiade. Tapi ya mendingan dua tahun juga. Kita kan mau lihat dulu kayak gimana. Tapi kontrak yang saya terima dua tahun," pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
