
Liga Mahasiswa Basketball 2025 akan hadir di empat kota tanpa adanya edisi nasional. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kompetisi Mandiri Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball memasuki edisi ke-13 pada tahun ini. Ajang bola basket antarkampus musim ini tetap dengan format dua divisi dengan promosi dan degradasi, tapi tak ada edisi nasional.
Mengusung tema “Final Vibes di Setiap Kota”, LIMA Basketball 2025 akan digelar di empat kota besar di Indonesia. Yakni Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Jakarta, mulai 18 Oktober hingga 6 Desember.
Direktur Utama Liga Mahasiswa (LIMA), Junas Miradiarsyah menuturkan bahwa jadwal kompetisi musim ini mengalami kemunduran sekitar 1,5 bulan dari rencana awal. Keputusan diambil atas permintaan dari peserta mengingat ada berbagai dinamika akademik di pertengahan tahun.
Junas juga menjelaskan, LIMA 2025 tidak bisa berlangsung melintasi tahun sehingga edisi nasional ditiadakan. Meski begitu, Junas menilai Liga Mahasiswa tidak akan kehilangan esensi sebagai pertandingan antar mahasiswa.
"Sebetulnya kompetisi kotanya kan tetap berjalan kan. Kalau nasional itu kan juara dari setiap kota dan runner up yang bertanding di level nasional. Meski nasionalnya nggak ada, (pertandingan) kotanya nggak ada perubahan," kata Junas dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (14/10) siang.
Sampai saat ini, LIMA 2025 akan diikuti oleh 98 tim dengan total lebih dari 1500 atlet pelajar. Panitia mencatat edisi kali ini menjadi salah satu musim terbesar dalam sejarah liga mahasiswa di Tanah Air.
Kota Jogjakarta akan menjadi pembuka LIMA 2025. Ajang regional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18-25 Oktober 2025 di Student Center Atma Jaya, Jogjakarta. Kemudian berlanjut di GOR CLS Kertajaya, Surabaya pada 1-8 November 2025.
Setelah itu ada Bandung yang menggelar pada 15-22 November 2025 di GOR Padjadjaran. Adapun Jakarta jadi kota penutup LIMA 2025 pada 29 November-6 Desember 2025 di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan.
Junas juga mengatakan bahwa LIMA 2025 kembali memberlakukan format dua kasta seperti tahun lalu. Namun pembagian dua divisi itu hanya ada pada kategori putra, dengan dua tim peringkat teratas Divisi 2 akan promosi dan dua tim terbawah Divisi 1 mengalami degradasi.
Sementara untuk kategori putri, belum bisa melakukan penambahan divisi karena masih minimnya tingkat partisipasi tim putri. Setiap kota standarnya diikuti delapan tim untuk setiap divisi.
"Kalau di Jakarta dan Surabaya mungkin (dua divisi putri). Tapi kota lain masih dilihat. Jadi, belum tentu dua divisi putri serentak di seluruh kota pada saat yang bersamaan. Kebetulan jumlahnya belum sampai delapan. Kalau nanti sampai 8-10, mungkin sampai situ,” ucap Junas.
"Tapi yang jelas tujuan atau target utama menyelenggarakan kegiatan tersebut adalah untuk membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan ke depan," imbuhnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
