Tim Ducati Lenonvo dan Pecco Bagnaia (Crash)
JawaPos.com - Jelang balapan pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, akhir pekan nanti (1/3), peta kekuatan siapa motor tercepat sudah terlihat. Setidaknya untuk awal musim ini.
Hasil tes pramusim terakhir di Buriram akhir pekan lalu (21–22/2) mengisyaratkan potensi duel ”Italia” antara motor Ducati dan Aprilia di barisan depan. Meski bukan gambaran sempurna untuk 22 seri MotoGP musim ini, karakter stop-and-go Buriram cukup memberi gambaran tentang performa pengereman, akselerasi, dan stabilitas saat masuk tikungan. Dalam seluruh aspek tersebut, Ducati dan Aprilia konsisten berada di depan.
Mesin Lama Tak Masalah
Kepercayaan diri pun terpancar dari hampir seluruh pembalap Ducati. Bahkan, pembalap VR46, Franco Morbidelli, yang menggunakan mesin lama GP25, mengklaim motornya mengalami peningkatan signifikan. ”Dibandingkan tahun lalu, aku empat persepuluh detik lebih cepat,” ujar Morbidelli seperti dikutip dari GPOne seusai tes pramusim di Bahrain.
Tetap Perlu Disempurnakan
Namun, itu bukan berarti Ducati tanpa cela. Francesco Bagnaia mengakui masih ada detail teknis yang perlu disempurnakan. ”Terkadang aku bisa mengerem dengan baik, sementara di lain waktu motor mulai gerak. Tetapi, itu karena aku mungkin memasuki tikungan dengan kecepatan lebih tinggi,” tutur pembalap Ducati Lenovo itu.
Bukan Lagi Telat Bersaing
Di sisi lain, Aprilia terlihat lebih matang dibanding awal musim lalu. Marco Bezzecchi dan Ai Ogura konsisten dalam simulasi jarak panjang. Keduanya juga memuncaki daftar waktu tercepat selama dua hari tes di Buriram. Aprilia pun tak lagi diprediksi sebagai ”penantang paruh musim” seperti tahun lalu, tapi berpotensi menekan Ducati sejak seri pembuka.
Pengakuan datang dari pembalap KTM Pedro Acosta. “Memang benar (saat long run) Aprilia dan Ducati terlihat menakutkan,” kata Acosta.
”Tetapi, aku juga cukup senang karena kami berhasil menyelesaikan 24-25 lap tanpa merusak ban. Ada perbedaan besar dibandingkan tahun lalu,” lanjutnya.
Honda Kecewa
Sementara itu, pembalap Honda Joan Mir sedikit kecewa dengan motor RC213V. Terutama soal grip belakang. ”Di Sepang, kami harus meningkatkan cengkeraman karena itu adalah kelemahan kami. Sayangnya, itu tidak terjadi (di Buriram). Saat ini Ducati dan Aprilia berada di level yang berbeda,” tuturnya.
Yamaha Belum Siap
Situasi paling berat dihadapi Yamaha. Motor V4 baru dinilai belum siap bersaing. Fabio Quartararo terlihat frustrasi. Dia hanya berada di posisi ke-17 daftar keseluruhan di tes Buriram.
”Kami tidak siap, dan kami mungkin juga tidak akan siap dalam waktu satu bulan,” jelasnya.
PERSENTASE POIN KONSTRUKTOR MOTOGP TIGA MUSIM TERAKHIR
MOTOGP 2025
Ducati 36,8 persen (769/2.090)
Aprilia 20 persen (418/2.090)
KTM 17,8 persen (372/2.090)
Honda 13,6 persen (285/2.090)
Yamaha 11,8 persen (247/2.090)
MOTOGP 2024
Ducati 46,6 persen (722/1.550)
KTM 21,1 persen (327/1.550)
Aprilia 19,5 persen (302/1.550)
Yamaha 8 persen (124/1.550)
Honda 4,8 persen (75/1.550)
MOTOGP 2023
Ducati 39,5 persen (703/1.780)
KTM 20,8 persen (370/1.780)
Aprilia 18,3 persen (326/1.780)
Yamaha 11 persen (196/1.780)
Honda 10,4 persen (185/1.780)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
