
Workshop hybrid Play with Heart, Protect with Action digelar Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) memperingati Hari Perempuan Internasional di Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com–Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) menggelar workshop hybrid bertema Play with Heart, Protect with Action memperingati Hari Perempuan Internasional, Senin (9/3) di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan mendorong terciptanya lingkungan olahraga yang aman dan inklusif bagi perempuan serta anak.
Workshop tersebut terselenggara berkat kolaborasi antara ASBWI, PSSI, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor olahraga dan pemerintah untuk membahas isu perlindungan perempuan dan anak dalam aktivitas olahraga.
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang bergabung secara luring maupun daring. Peserta berasal dari masyarakat umum, anggota klub ASBWI, hingga perwakilan ASBWI dari berbagai provinsi di Indonesia.
Diskusi dalam workshop menyoroti pentingnya membangun ekosistem olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjamin keselamatan dan kenyamanan atlet, khususnya perempuan dan anak. Wakil Ketua Umum ASBWI Monica Desideria menegaskan bahwa perlindungan atlet perempuan merupakan fondasi penting bagi perkembangan sepak bola putri di Tanah Air.
Menurut dia, lingkungan yang aman akan membuat para pemain lebih percaya diri untuk berkembang, baik dalam latihan maupun pertandingan.
”Kami ingin memastikan bahwa para pemain wanita dapat berlatih dan bertanding dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun diskriminasi,” ujar Monica.
Anggota Komite Eksekutif PSSI Vivin Cahyani Sungkono menambahkan, federasi memiliki komitmen kuat untuk menciptakan sepak bola yang inklusif.
”Sepak bola harus menjadi ruang yang aman bagi siapa pun yang terlibat di dalamnya. Karena itu, perlindungan perempuan dan anak menjadi perhatian penting bagi PSSI,” ungkap Vivin.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM KemenPPPA Ratna Susianawati menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ruang olahraga yang lebih ramah bagi perempuan dan anak.
Dia menyebut edukasi, regulasi yang jelas, serta kesadaran dari seluruh pihak dalam ekosistem olahraga menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan kekerasan dan diskriminasi. Melalui forum ini, diharapkan semakin banyak pihak terlibat dalam membangun olahraga yang kompetitif sekaligus aman dan inklusif.
