
Alwi Farhan gagal di Swiss Open. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harapan terciptanya final sesama wakil Indonesia di sektor tunggal putra pada ajang Swiss Open 2026 akhirnya pupus. Dua wakil Merah Putih yang tampil di semifinal harus menerima hasil berbeda dalam pertandingan yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu (14/3).
Alwi Farhan berhasil memastikan langkah ke partai puncak setelah menundukkan unggulan pertama asal Tiongkok, Li Shi Feng. Pebulu tangkis muda Indonesia itu menang dua gim langsung dengan skor 21-10, 21-19.
Sementara Anthony Sinisuka Ginting harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Yushi Tanaka 17-21, 12-21. Hasil itu membuat Indonesia hanya menempatkan satu wakil di final tunggal putra turnamen level BWF World Tour Super 300 tersebut.
Alwi mengakui pertandingan melawan Li Shi Feng bukan laga yang mudah. Ia menyebut duel tersebut berlangsung ketat karena banyak perubahan strategi yang terjadi sepanjang pertandingan. Meski demikian, pemain berusia 20 tahun itu mengaku termotivasi oleh dukungan penggemar bulu tangkis Indonesia.
‘’Saya tidak mau mengecewakan penonton di Indonesia yang sudah rela tidak tidur. Terima kasih banyak buat doa dan dukungannya. Sangat berarti bagi saya. Saya merasa ditemani walaupun banyak perbedaan jam,” ujar Alwi.
Menurut Alwi, momentum penting terjadi di gim kedua ketika lawannya yang sempat unggul jauh, mulai melakukan beberapa kesalahan sendiri. Situasi itu langsung dimanfaatkan untuk membalikkan keadaan.
”Saya bisa merasakan tekanan yang dia rasakan. Jadi, saya tambah sedikit lagi memberi dia tekanan. Sehingga, saya bisa balik pegang kendali sepanjang sisa laga,” tegas atlet asal Surakarta, Jawa Tengah, tersebut.
Alwi juga menyebut pertemuan sebelumnya dengan Li Shi Feng sempat membuatnya terkejut. Gaya permainan lawannya berbeda dari yang ia perkirakan. ”Tapi, Alhamdulillah, saya bisa penyesuaian. Bisa lebih siap untuk menghadapi dia,” terangnya.
Sementara itu, Ginting menilai kekalahannya dari Tanaka tidak lepas dari kesalahan sendiri, terutama pada gim pertama. Padahal, Ginting sempat memimpin cukup jauh dalam perolehan angka.
”Di gim kedua, saya sudah coba (memperbaiki permainan, Red). Tapi, memang saya bermain kurang baik. Sementara dia kebalikannya. (Bermain) cukup baik,” ungkap Ginting.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
