Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 21.25 WIB

Jonatan Christie Ingin Akhiri Paceklik Gelar Indonesia Open, Sejak 2021 Belum Ada yang Naik Podium

Jonathan Christie kala bertanding melawan Viktor Axelsen di semifinal China Open. - Image

Jonathan Christie kala bertanding melawan Viktor Axelsen di semifinal China Open.

JawaPos.com – Prestasi wakil Indonesia di sepanjang tahun ini terbilang kurang bagus. Gelar juara baru didapat di Indonesia Masters Super 500 melalui Alwi Farhan dan empat gelar juara di Thailand Masters Super 300.  

Krisis itu diharapkan berakhir saat perhelatan Indonesia Open 2026 Super 1000 di Istora Senayan, Jakarta pada 2-7 Juni. Meskipun, dalam beberapa tahun belum ada gelar di Indonesia Open. Gelar terakhir direbut ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di edisi 2021.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja mengakui, pemain Indonesia belum bisa menunjukkan capaian atau gelar juara di level atas. Namun, di edisi kali ini dia optimistis dengan kombinasi pemain senior junior seperti Jonatan Christie hingga Nikolaus Joaquin.

"Ini memang secara persiapan adalah kejuaran yang sudah ditentukan persiapannya terus menerus. Di level 500, 750, dan 1000. Di Indonesia Open ini semangat pemain luar biasa. Kami juga berharap bisa ditunjukkan di lapangan," ucapnya saat memberikan keterangan di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta kemarin (14/4). 

Ricky menuturkan, pengalaman pemain muda yang ada cukup menunjukkan progres dari penampilan dan ranking. "Ya karir pemain masih panjang. Artinya kami berharap fokus dan disiplin mereka terus dari turnamen ke turnamen," katanya.

Jojo -sapaan akrab Jonatan Christie- mengungkapkan rasa penasarannya untuk meraih gelar di Indonesia Open. Sebab, sejauh ini, prestasi terbaiknya adalah semifinal.

"Ya pertama pasti ada rasa penasaran karena saya belum pernah juara. Indonesia Open ini turnamen terbaik di dunia. Jadi sebaik mungkin biar dapat gelar di tahun ini," ucapnya.

Peraih medali emas Asian Games 2018 itu menyatakan, saat ini banyak pemain di tunggal putra dengan progres penampilan melesat.

"Dari beberapa negara dulu belum bisa bersaing, sekarang sudah mulai naik. Perkembangannya sangat pesat. Sport science itu sangat penting, saya rasa hal wajar negara tersebut sekarang bisa bersaing," katanya.

Nikolaus Joaquin menyebutkan, selain ingin hasil terbaik juga mau melesat di ranking atas. Saat ini, dia bersama Raymond Indra berada di peringkat ke-13 BWF.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore