
Pembalap Mercedes George Russell dan Kini Antonelli. (Instagram @mercedesmgf1)
JawaPos.com - George Russell sempat disebut-sebut sebagai unggulan utama peraih gelar juara dunia Formula 1 tahun ini. Namun, dalam tiga balapan terakhir, dia justru berada di bawah bayang-bayang rekan setimnya, Kimi Antonelli.
Setelah memenangkan seri pembuka di Melbourne, Russell ‘hanya’ mampu finis kedua di Shanghai serta keempat di Suzuka dan Miami. Sedangkan Antonelli, yang baru menjalani musim keduanya di F1, justru menyapu bersih kemenangan di tiga balapan terakhir.
Situasi tersebut membuat Russell sementara tertinggal 20 poin dari Antonelli yang berada di puncak klasemen sementara. Meski begitu, pembalap asal Inggris itu menegaskan, bahwa kepercayaan dirinya tidak berubah. “Saya belum lupa cara membalap. Ini hanya periode yang sedikit sulit, tetapi musim masih panjang,” ucap Russell kepada Sky Sports.
Adaptasi di Miami
Hasil kurang memuaskan di Grand Prix Miami sebenarnya tidak mengejutkan Russell. Sirkuit Miami International Autodrome memiliki karakteristik low-grip (minim cengkeraman) yang kurang sesuai dengan gaya membalapnya yang presisi.
Namun, ada satu hal positif: Russell merasa mulai menemukan setelan yang pas di Miami. Tepatnya, saat pembalap 28 tahun itu mencoba mengubah setup menyerupai Antonelli jelang akhir balapan.
“Dalam 10 lap terakhir, kami jauh lebih kompetitif. Saya membuat perubahan cukup besar pada differential dan brake bias, mendekati apa yang digunakan Kimi sepanjang akhir pekan, dan dampaknya lebih besar dari yang saya kira,” tuturnya.
Peluang Pada GP Kanada
Selanjutnya, Russell punya peluang lebih besar meraih hasil positif di GP Kanada pada 22-24 Mei mendatang. Tahun lalu, dia berhasil meraih kemenangan di sana. Balapan di Sirkuit Gilles Villeneuve itu bisa jadi tolak ukur paling pas untuk menilai performa Russell musim ini.
Pundit Sky Sports F1 dan mantan juara dunia Formula 1 2009, Jenson Button percaya, Russell punya peluang besar untuk bangkit di Kanada. “Saya pikir George mungkin berpikir, 'apa yang baru saja terjadi?' Dia adalah favorit, tercepat di awal musim,” kata Button.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
