Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Mei 2026 | 19.45 WIB

Mundur dari Pelatnas PBSI karena Vertigo, Simak Profil Gregoria Mariska Tunjung!

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung. (ANTARA) - Image

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung. (ANTARA)

JawaPos.com - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, secara mengejutkan keluar dar Pelatnas PBSI. Profil sekaligus prestasi pemain berusia 26 tahun itu pun akan diulas dalam artikel ini.

Kabar pengunduran diri Gregoria diumumkan langsung oleh PBSI pada Jumat (15/5/2026). Pemain kelahiran Wonogiri tersebut mundur dari Pelatnas Cipayung setelah melakukan komunikasi dengan PBSI.

"Keputusan tersebut disampaikan Gregoria setelah melalui komunikasi dan pembicaraan bersama Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dan kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI Imam Tohari," tulis PP PBSI dalam keterangan resminya, Jumat (15/5/2026).

"Dalam surat yang disampaikannya, disebut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih PP PBSI atas kesempatan, pengalaman, serta kepercayaan yang telah diberikan selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas PBSI," sambungnya.

Profil Gregoria Mariska Tunjung

Gregoria Mariska Tunjung lahir di Wonogiri, 11 Agustus 1999. Dia adalah putri dari pasangan Gregorius Maryanto dan Fransiska Romana. 

Ketertarikan Gregoria terhadap dunia tepok bulu sejak masih kecil. Melihat ketertarikan anaknya, sang ayah pun mulai melatihnya sejak masih duduk di bangku kelas 1 SD, sebelum akhirnya bergabung dengan klub AUB Surakarta di Jawa Tengah.

Ketika menginjak kelas 5 SD, Gregoria bergabung dengan klub Mutiara Cardinal. Dari situ, anak kelahiran Wonogiri tersebut menancapkan taringnya hingga berhasil menembus Pelatnas PBSI Cipayung pada 2014 saat usianya masih 15 tahun.

Dominasinya di Sirkuit Nasional 2013 membuat PBSI kepincut dengan Gregoria. Bayangkan saja, ia sukses menyapu bersih lima gelar juara dalam ajang Sirnas 2013. 

Juara Dunia Junior dan Perunggu Olimpiade

Sejak itu, performa Gregoria terus melejit. Jorji, begitu ia sering disapa, mulai mencuri perhatian saat merebut medali emas Kejuaraan Dunia Junior 2017. Keberhasilan itu menjadi tinta emas sejarah, karena Indonesia terakhir kali juara dalam ajang tersebut di nomor tunggal putri pada 1992 atas nama Kristin Yunita. 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore