
Salah satu peserta IBKO 1st All Kyokushin Indonesia Tournament di GOR Pancasila, Surabaya, Sabtu (16/5). (Narendra Prasetya/Jawa Pos)
JawaPos.com - Spirit Fighting Indonesia (Afiliasi Resmi dari IBKO Japan) menggelar ajang turnamen untuk kali pertama di GOR Pancasila, Surabaya, Sabtu (16/5). Ajang IBKO 1st All Kyokushin Indonesia Tournament tersebut diikuti lebih dari 300 karateka.
Mereka berasal dari 12 perguruan Kyokushin. Bukan hanya berasal dari Surabaya dan kota-kota di Jatim. Tapi juga dari seluruh Indonesia. Seperti dari NTB, Kalsel, dan Kaltim. Mereka tersebar dalam kelompok usia (KU) mulai dari usia 6 tahun hingga dewasa.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana Sandy Sudibyo menyebut, turnamen ini bersifat open. ”Jadi, seluruh bela diri Kyokushin boleh berpartisipasi dalam ajang bertaraf nasional ini,” kata dia.
Baca Juga:Hasil Moto3 Catalunya 2026! Valentin Perrone Rebut Pole, Veda Ega Pratama Start P20 Usai Gagal ke Q2
Sandy mengungkapkan, nanti pemenang dalam turnamen ini berhak membawa nama Indonesia dalam ajang internasional. ”Yakni dalam turnamen IBKO International yang digelar di Jepang pada November,” tegas Sandy.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
