
Veda Ega Pratama bersiap menjalani sesi kualifikasi Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello setelah tampil impresif dan lolos langsung ke Q2. (Dok. Honda Team Asia)
JawaPos.com — Veda Ega Pratama berpeluang besar merebut posisi start terdepan pada Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Sabtu (30/5/2026), setelah langsung lolos ke Q2 dan menutup sesi Practice di posisi kesembilan. Hasil itu membuka peluang pembalap Indonesia berusia 17 tahun tersebut untuk mengamankan grid depan yang bisa menjadi modal penting dalam perburuan podium.
Moto3 Italia 2026 memasuki hari kedua dengan agenda latihan bebas kedua dan sesi kualifikasi. Para pembalap akan memaksimalkan setelan motor sebelum menentukan posisi start untuk balapan yang berlangsung Minggu (31/5/2026).
Veda Ega Pratama datang ke sesi kualifikasi dengan modal yang cukup menjanjikan setelah finis di posisi kesembilan pada sesi Practice. Pembalap Honda Team Asia itu mencatat selisih hanya 0,493 detik dari pemuncak catatan waktu Scott Ogden.
Hasil tersebut terasa penting karena Veda sempat kesulitan pada FP1. Dia hanya berada di posisi ke-20, namun mampu menunjukkan peningkatan signifikan pada sesi berikutnya hingga mengamankan tiket otomatis ke Q2.
Keuntungan lolos langsung ke Q2 membuat Veda tidak perlu melewati persaingan ketat di Q1. Dengan demikian, fokus pembalap asal Gunungkidul tersebut bisa sepenuhnya diarahkan untuk mengejar catatan waktu terbaik dan memperbaiki posisi start.
Kemampuan Veda melakukan comeback sepanjang musim juga menjadi alasan mengapa peluangnya layak diperhitungkan. Meski beberapa kali memulai balapan dari posisi kurang ideal, dia tetap mampu bersaing di kelompok depan.
Musim 2026 menjadi salah satu periode terbaik dalam karier Veda Ega Pratama di Moto3. Dari enam seri yang telah berlangsung, dia berhasil mengumpulkan hasil yang cukup konsisten.
Veda finis kelima di Thailand, ketiga di Brasil, keenam di Spanyol, keempat di Prancis, dan kedelapan di Catalunya. Satu-satunya kegagalan terjadi saat dirinya terjatuh pada GP Amerika Serikat.
Rangkaian hasil tersebut menunjukkan perkembangan yang stabil dari pembalap Indonesia itu. Konsistensi menjadi nilai tambah yang membuat Veda mampu bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman.
Jika mampu mengamankan posisi start di barisan depan, peluang Veda untuk meraih hasil terbaik akan semakin besar. Selama ini dia sering kehilangan waktu karena harus berjuang dari posisi tengah atau belakang pada lap-lap awal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
