Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 02.30 WIB

3 Fakta Balapan Terburuk Veda Ega Pratama di Moto3 Hungaria 2026, Start Gemilang Berujung Tanpa Poin

Veda Ega Pratama saat menjalani Moto3 Hungaria 2026 di Balaton Park. Pembalap Honda Team Asia finis posisi ke-16 setelah terdampak long lap penalty dan gagal meraih poin. (Dok. Honda Team Asia) - Image

Veda Ega Pratama saat menjalani Moto3 Hungaria 2026 di Balaton Park. Pembalap Honda Team Asia finis posisi ke-16 setelah terdampak long lap penalty dan gagal meraih poin. (Dok. Honda Team Asia)

JawaPos.com — Veda Ega Pratama mengalami balapan terburuknya di Moto3 Hungaria 2026 setelah finis posisi ke-16 di Balaton Park dan gagal meraih poin. Pembalap Honda Team Asia itu sebenarnya sempat menembus posisi enam besar, tetapi hukuman long lap penalty, bendera merah pada lap terakhir, serta hasil klasemen yang merugikan membuat perjuangannya berakhir pahit.

Moto3 Hungaria 2026 menghadirkan dua cerita berbeda bagi para pembalap muda.

Di satu sisi, Maximo Quiles tampil dominan dengan meraih kemenangan kelima musim ini, sementara di sisi lain Veda Ega Pratama harus menerima hasil paling mengecewakan sepanjang musim debutnya.

Pembalap Indonesia berusia 17 tahun tersebut mengakhiri balapan di posisi ke-16 atau satu tingkat di luar zona poin.

Hasil itu membuatnya pulang tanpa tambahan angka dari Balaton Park dan turun ke posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026.

Bagaimana Veda Ega Pratama Kehilangan Peluang Besar Sejak Awal Balapan?

Fakta pertama, Veda Ega Pratama sebenarnya menunjukkan performa menjanjikan pada fase awal balapan. Meski memulai lomba dari grid kesembilan, dia mampu melakukan start agresif hingga naik ke posisi keenam.

Momentum positif itu berubah drastis saat Veda harus menjalani long lap penalty pada lap ketiga. Hukuman tersebut merupakan konsekuensi dari pelanggaran yang terjadi saat sesi kualifikasi sehari sebelumnya.

Long lap penalty membuat pembalap bernomor 9 itu kehilangan banyak posisi sekaligus terputus dari rombongan depan. Dari yang semula berada di kelompok pembalap teratas, Veda langsung melorot hingga posisi ke-17.

Dampaknya sangat besar karena Moto3 dikenal sebagai kelas yang mengandalkan slipstream dan pertarungan kelompok.

Ketika kehilangan kontak dengan grup depan, peluang untuk kembali bersaing memperebutkan posisi terbaik menjadi jauh lebih sulit.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore