Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 01.51 WIB

Kian Berkualitas, Banyuwangi BMX Supercross Diminati Pembalap Dalam dan Luar Negeri

Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang digelar 27-28 Juni 2026 di Sirkuit BMX Banyuwangi. (Istimewa). - Image

Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang digelar 27-28 Juni 2026 di Sirkuit BMX Banyuwangi. (Istimewa).

JawaPos.com  – Diawali tahun 2016, ajang balap sepeda Banyuwangi BMX Supercross terus mendapat animo yang baik dari para peserta, baik dari dalam maupun luar negeri. Setiap tahun, pesertanya terus meningkat dan bahkan menjadi incaran para rider manca negara. 

Seperti tahun ini, sekitar 331 rider dari berbagai provinsi di Indonesia maupun manca negara turut berkompetisi dalam Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang digelar 27-28 Juni 2026 di Sirkuit BMX Banyuwangi. 

“Ya setiap tahun meningkat, bahkan tahun ini kami sengaja membatasi peserta karena sudah 300 lebih. Mereka tertantang dengan Sirkuit BMX Banyuwangi yang memang sudah standar internasional, dan yang paling penting ini juga masuk kalender federasi balap sepeda dunia (UCI) untuk bisa peroleh poin,” kata Dadang Haris Purnomo, Race Director Banyuwangi BMX Supercross. 

Seperti tim dari negara tetangga Singapura yang menurunkan 10 pembalapnya. Mereka mengaku ketertarikan datang ke Banyuwangi setiap tahun karena sirkuit Banyuwangi dikenal berstandar internasional Olimpiade. Sirkuit di Asia yang berstandar olimpiade hanya di Jepang dan Cina. 

Sirkuit di Banyuwangi dikenal memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan sangat tinggi. Panjang lintasan track 465 meter, serta obstacle 4 high jump. Sirkuit ini juga dilengkapi dua start gate ketinggian 5 dan 8 meter, serta 7 line yang memiliki karakteristik berbeda dan bisa digunakan untuk perlombaan berbagai kelas.

“Treknya menarik, panjang, sangat menantang. Di Singapura tidak seperti ini,” kata Azel, rider Singapura.

“Panjangnya dua kali dari yang ada di Singapura. Capek, tapi sangat menyenangkan. Ini melatih kami bermain di sirkuit standar internasional,” kata Hamzah juga dari Singapura. 

Pelatih Thailand Cycling Association Herve Krebs menegaskan, sirkuit internasional Banyuwangi menjadi salah satu race yang tepat untuk melatih tim-nya lantaran tidak banyak negara yang memiliki sirkuit BMX dengan standar UCI.

“Kami disini untuk menggunakan race nya sebagai tempat latihan karena fokus kami di kejuaraan Nasional dan seagames seperti tradisi biasanya, kita tidak memiliki lebih banyak race jadi ini perlu kami lakukan untuk berlatih,” jelasnya.

Herve Krebs menyebut, Track pada sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar yang panjang menjadi tantangan tersendiri bagi atlet atletnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore