Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Juli 2026 | 02.42 WIB

Lapangan Potro Agung Surabaya Resmi Jadi Sport Center Modern, Habiskan Anggaran Rp2,4 Miliar

Lapangan Potro Agung di Kecamatan Tambaksari, Surabaya yang dulunya gersang kini direvitalisasi menjadi sport center modern. (Dok. Humas Pemkot Surabaya) - Image

Lapangan Potro Agung di Kecamatan Tambaksari, Surabaya yang dulunya gersang kini direvitalisasi menjadi sport center modern. (Dok. Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Lapangan Potro Agung di Surabaya resmi berubah menjadi sport center modern setelah direvitalisasi dengan anggaran Rp2,4 miliar.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap fasilitas tersebut dikelola mandiri oleh warga agar tetap terawat dan tidak membebani APBD.

Eri mengatakan, revitalisasi tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan masyarakat yang disampaikan melalui RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2024.

Apapun akan terus kita perbaiki untuk Surabaya. Tetapi memang anggarannya harus bergantian sesuai skala prioritas," ujar Eri saat meresmikan Lapangan Potro Agung yang telah selesai direvitalisasi, Minggu (5/7).

Sport center tersebut dibangun di atas lahan seluas 4.700 meter persegi. Fasilitasnya meliputi lapangan mini soccer, jogging track, lapangan basket, hingga lapangan voli.

Menurut Eri, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,4 miliar untuk merevitalisasi lapangan legendaris tersebut.

"Alhamdulillah lapangan legendaris ini sudah selesai dibangun dengan anggaran Rp2,4 miliar," katanya.

Pengelolaan Diserahkan kepada Warga

Ke depan, pengelolaan Sport Center Lapangan Potro Agung akan diserahkan kepada LPMK secara ex officio bersama warga sekitar.

Eri menjelaskan, fasilitas olahraga tersebut dapat disewakan secara komersial. Namun, seluruh hasil pengelolaannya harus digunakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan agar tidak kembali membebani APBD Kota Surabaya.

"Saya minta tolong kalau sudah dikelola dan disewakan, pemasukannya dihitung dengan baik. Jangan sampai ada uang sewanya, tetapi lapangannya rusak. Manajemennya harus jalan untuk pemeliharaan," sambung Eri Cahyadi.

Belajar dari pengalaman sejumlah fasilitas umum yang kurang terawat setelah pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat, Pemkot Surabaya akan melakukan evaluasi secara berkala.

"Banyak lapangan sepak bola yang dikelola pihak tertentu, disewakan, tetapi saat rusak kembali minta ke Pemkot. Kami akan evaluasi setiap tiga bulan sekali. Kalau perawatannya bagus, kerja sama diteruskan," tambahnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore