
Ilustrasi bulu tangkis. (Istimewa)
JawaPos.com - PP PBSI menjadikan hasil Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior (AJC) 2026 sebagai alarm untuk membenahi sejumlah kekurangan tim junior Indonesia sebelum tampil pada Kejuaraan Dunia Junior (WJC) 2026 yang akan bergulir di Kairo, Mesir, 5-17 Oktober, dikutip dari ANTARA.
Manajer Tim Indonesia di AJC 2026 Eskar Denatara mengatakan kegagalan memenuhi target pada ajang tersebut menjadi catatan penting, terutama terkait kemampuan atlet dalam mengelola momentum, menjaga ketenangan, dan mengambil keputusan pada poin-poin krusial.
“Saat menghadapi Korea di fase grup, anak-anak mampu memanfaatkan momentum dengan baik sehingga berhasil meraih kemenangan. Sebaliknya saat melawan Malaysia dan Thailand, kami kehilangan beberapa poin penting pada momen-momen krusial. Secara kualitas kami mampu bersaing, tetapi lawan tampil lebih tenang karena memiliki pengalaman internasional yang lebih banyak,” ujar Eskar dalam keterangan resmi PP PBSI di Jakarta, Selasa.
Eskar mengatakan format pertandingan beregu dengan sistem game 55 poin membuat setiap laga berlangsung sangat dinamis. Dalam format tersebut, kemampuan memanfaatkan momentum menjadi salah satu faktor penentu karena setiap kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap hasil akhir.
Menurut dia, kemampuan teknik, fisik, dan mental para atlet Indonesia secara umum sudah cukup baik. Namun, PBSI masih memiliki pekerjaan rumah pada aspek taktikal, ketenangan dalam pertandingan, serta penambahan jam terbang internasional.
“Beberapa atlet bahkan baru menjalani debut internasional di AJC. Pengalaman menghadapi tekanan di pertandingan besar menjadi hal yang harus terus dibangun agar mereka makin matang,” kata Eskar.
Pada nomor perseorangan, Indonesia menempatkan tujuh wakil di perempat final. Hasil terbaik disumbangkan sektor tunggal putra melalui Fardhan Joe yang meraih medali perak, meningkat dari medali perunggu pada edisi sebelumnya.
Meski demikian, Eskar mengatakan sektor putri masih perlu meningkatkan kekuatan fisik, terutama strength dan power endurance, agar mampu bersaing secara konsisten di level Asia.
Sementara itu, sektor ganda putra perlu membenahi kemampuan mengelola tekanan dan mengambil keputusan pada poin-poin penting. Adapun ganda putri menunjukkan perkembangan setelah meloloskan dua pasangan ke perempat final.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
