
Kimi Antonelli. (Dok. Instagram/@kimi.antonelli)
JawaPos.com - Kimi Antonelli merasa ada pada titik terendah saat balapan di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia tahun lalu. Namun, dia hanya butuh satu musim untuk mengubur kenangan buruk tersebut. Start dari pole position, pembalap Mercedes itu berhasil meraih kemenangan di Grand Prix Belgia, Minggu (19/7).
Hasil tersebut cukup kontras jika dibanding dengan performanya di Spa musim lalu. Ketika itu, Antonelli hanya mampu finis ke-17 saat sprint, lalu menyelesaikan kualifikasi di posisi ke-18 sebelum memulai lomba dari pit lane dan akhirnya finis di posisi ke-16.
“Tahun lalu di sini mungkin saya mencapai titik terendah. Itu akhir pekan yang sangat sulit bagi saya secara mental,” ujar Antonelli saat konferensi pers dikutip dari laman FIA. “Kalau Anda bertanya kepada saya pada saat yang sama tahun lalu, saya mungkin akan menjawab tidak,” lanjutnya.
Team Principal Mercedes Toto Wolff menilai, perubahan terbesar Antonelli bukan semata-mata berasal dari peningkatan kecepatan. Melainkan cara berpikirnya dalam menghadapi tekanan. Menurut Wolff, Antonelli kini menjalani setiap evaluasi dengan kepala dingin.
“Yang tidak kami duga adalah ketenangan dan struktur yang dia bawa ke dalam cara kerjanya,” kata Wolff dikutip dari Reuters. Wolff kemudian menggambarkan Antonelli sebagai sosok yang rajin mencari solusi. “'Apa masalahnya? Bagaimana kita menyelesaikannya? Bagaimana kita melangkah maju?' Itu sesuatu yang baru,’’ timpalnya.
Wolff bahkan mengungkapkan jika Antonelli sering menjadi orang pertama yang memberikan semangat ketika masalah teknis muncul. “Justru Kimi yang berkata kepada tim, bahwa ini adalah olahraga mekanis, dan hal-hal seperti itu (masalah) bisa terjadi. Pola pikir dan sikap seperti itulah yang memungkinkan bakatnya berkembang begitu cepat di awal kariernya.”
Antonelli sebenarnya tidak menjalani balapan yang benar-benar mulus di GP Belgia. Dia sempat kehilangan posisi terdepan akibat Virtual Safety Car yang menguntungkan pembalap Ferrari Charles Leclerc. Pada lap pertama, mobil Mercedes miliknya juga mengalami gangguan deployment energi, masalah yang juga dialami seluruh mobil bermesin Mercedes di Belgia.
Meski begitu, Antonelli tidak panik. Pembalap 19 tahun itu tetap menjaga ritme balapan, memangkas selisih dengan Leclerc, lalu merebut kembali posisi terdepan sekitar 10 lap sebelum finis. Dia pun berhasil meraih kemenangan keenamnya musim ini.
1. Andrea Kimi Antonelli (Mercedes) 204 poin
2. Lewis Hamilton (Ferrari) 159
3. George Russell (Mercedes) 154
4. Charles Leclerc (Ferrari) 126
5. Lando Norris (McLaren) 103
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
