
Arai Agaska mencicipi ARRC 2026 di Mandalika dan finis kesembilan serta kedelapan. Pembalap NTB itu kini bersiap ke Prancis. (Dok. Lombok Post)
JawaPos.com - Pembalap muda berbakat asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Arai Agaska Dibani Laksana usai mencicipi atmosfer sengit Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 seri keempat di Sirkuit Internasional Mandalika, pekan lalu.
Tampil memanfaatkan fasilitas wild card bersama Yamaha Racing Indonesia, Arai harus puas menempati posisi sembilan dan delapan dari total 14 pembalap di kelas elit Super Sport 600cc (SS600).
Meski belum berhasil menembus barisan depan, debutnya di kelas 600cc ini menjadi pelajaran berharga.
Arai mengakui persaingan di kelas ini memberikan tantangan yang sangat berbeda, terutama dalam hal adaptasi teknis di lintasan.
”Arai masih memerlukan jam terbang lebih banyak lagi pada kelas 600cc. Selain itu, Arai merasa belum maksimal dalam mengelola performa ban saat balapan berlangsung,” ungkapnya pada Lombok Post.
Usai laga di Mandalika, Arai tak berlarut-larut. Ia kini memilih fokus menempa diri ke Benua Biru. Arai dijadwalkan segera bertolak ke Prancis untuk menjalani pemusatan latihan intensif demi mematangkan persiapan menghadapi ajang bergengsi World Superbike (WorldSBK/WSSP) yang akan bergulir September mendatang.
Penampilan Arai di Mandalika turut mendapat perhatian dari Race Director FIM ARRC 2026 Eddy Saputra. Menurut Eddy, secara teknik membalap, kemampuan Arai sebenarnya sudah sangat mumpuni. Namun, ada aspek mendasar yang perlu ditingkatkan, yakni ketahanan fisik dan pengalaman bertanding.
Mengingat motor 600cc memiliki bobot yang jauh lebih berat dan kecepatan tinggi, fisik pembalap dituntut harus selalu dalam kondisi prima.
”Fisik perlu diperkuat dengan memperbanyak fitness. Motor 600cc itu berat dan speed-nya tinggi, jadi butuh kesiapan fisik yang sangat bagus,” ujar Eddy.
Selain fisik, Eddy menyarankan agar Arai lebih sering diturunkan pada kejuaraan level Asia dan nasional untuk mempertajam insting serta mental bertandingnya. Eddy menilai persaingan di level Asia dan nasional sangat kompetitif, baik dari segi spesifikasi motor maupun kualitas pembalapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022