
Islam Makhachev (kanan) saat bertarung dengan Ian Machado Garry di UFC 330. (istimewa)
JawaPos.com - Islam Makhachev mengalahkan Ian Machado Garry melalui keputusan juri dalam partai utama UFC 330 yang digelar pada Sabtu (15/8) di Philadelphia atau Minggu (16/8) WIB.
Ini merupakan satu lagi kemenangan gemilang bagi petarung berusia 34 tahun tersebut, yang semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu petarung MMA terhebat sepanjang masa.
Ini adalah kemenangan bersejarah bagi Makhachev, yang kini telah mencatatkan 17 kemenangan berturut-turut. Kemenangan atas Machado Garry ini memecahkan rekor rentetan kemenangan terpanjang dalam sejarah UFC (17), menempatkannya satu tingkat di atas Anderson Silva (16).
Dengan performa seperti ini, rasanya tak banyak yang akan bertaruh melawannya untuk menambah rekor kemenangan tersebut.
Namun, jalan menuju kemenangan tidaklah mudah bagi Makhachev; ia harus berjuang keras untuk meraihnya. Garry bahkan memenangkan ronde ketiga dan berhasil memberikan serangan yang cukup berarti pada ronde tersebut, sehingga ronde kelima menjadi penentu wajib menang bagi sang juara. Ia pun kembali pada keahlian utamanya—melakukan takedown dan mengandalkan gaya gulat yang menekan lawan—untuk akhirnya memastikan kemenangan (49-46, 49-46, 48-47).
Makhachev mendominasi pertarungan sejak awal, memaksa Machado Garry untuk bermain hati-hati dan bertahan seperti yang ia lakukan saat melawan Shavkat Rakhmanov.
Meskipun gaya gulat Sambo yang menekan—keahlian utama Makhachev—sering dibandingkan dengan Khabib Nurmagomedov, justru kemampuan striking (serangan berdiri) yang membedakannya dari sang mentor. Hal itu terlihat jelas di awal ronde kedua, saat Makhachev membuat Machado Garry sempoyongan dan menjatuhkannya dengan tendangan ke arah kepala yang sangat keras hingga suaranya terdengar ke seluruh penjuru Xfinity Mobile Arena.
Petarung asal Irlandia itu berhasil bangkit dengan cepat, namun Makhachev tidak mengendurkan serangan; ia terus melancarkan pukulan dan tendangan, memaksakan tempo pertarungan yang sangat intens, serta menjatuhkan lawan ke lantai menggunakan teknik headlock. Meski sang penantang berusaha keras untuk melepaskan diri, momen ini menjadi bukti nyata bahwa dominasi Makhachev—yang sebelumnya ia tunjukkan di kelas ringan—tetap terjaga saat ia beralih ke kelas welter.
Pada ronde ketiga, Garry mencoba melancarkan beberapa serangan: low kick, oblique kick, dan tendangan ke arah kepala. Namun, tak butuh waktu lama bagi Makhachev untuk melakukan serangan single-leg dan kembali mencetak takedown.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
