Tunggal Putra Indonesia Jonatan Christie saat bertanding melawan wakil Thailand Panitchaphon Teeraratsakul pada babak Semi Final Indonesia Open di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Berjaya di era 1950-1960an, Tan Joe Hok secara faktual adalah tunggal putra terbaik dunia pertama yang dimiliki Indonesia. Sosok ini sekaligus membuka mata dunia akan kekuatan Merah Putih di peta dunia tepok bulu angsa hingga detik ini.
Tan Joe Hok adalah putra bangsa pertama yang menjuarai All England pada 1959. Ia juga memenangi Medali Emas Asian Games 1962 di Jakarta. Di sektor berego, ia membawa Indonesia menjadi Juara Piala Thomas tiga kali beruntun (1958, 1961, 1964).
Di era yang sama dengan Tan Joe Hok, ada nama Ferry Sonneville. Dominasi dan kehebatan keduanya di lapangan membuat Ferry dan kompatriotnya itu dijuluki The Big Two tunggal putra dunia.
Berdarah Belanda, Ferry dikenal memiliki kecerdasan taktik yang tinggi. Kepiawaiannya ikut sumbangsih membawa Indonesia menjuarai Piala Thomas pada 1958, 1961 dan 1964. Di ajang All England 1959, Ferry hanya mampu melangkah hingga babak final, sebelum ditaklukkan oleh Tan Joe Hok di partai puncak.
Aktif di tahun 1968 – 1976, tidak berlebihan rasanya untuk menyebut Rudy Hartono sebagai salah satu penguasa lapangan bulu tangkis dunia paling dominan.
Meskipun tidak memiliki angka ranking resmi karena berkarir di era pra-koputerisasi BWF, Rudy Hartono sudah mencatatkan namanya di Rekor Guinness sebagai satu-satunya tunggal putra yang menembus final All England 10 kali beruntun dan memenangkannya sebanyak 8 kali.
Tak cuma itu, ia juga tercatat menjadi Juara Dunia IBF 1980, peraih medali emas Olimpiade 1972 saat bulu tangkis menjadi cabang olahraga demonstrasi, dan membawa Indonesia 4 kali menjadi Juara Piala Thomas (1970, 1973, 1976, 1979).
Pada masanya, Icuk Sugiarto dikenal sebagai raja reli dengan ketahanan fisik luar biasa serta pertahanan yang sangat rapat. Ia merebut predikat pemain terbaik dunia setelah memenangkan All Indonesian Final melawan Liem Swie King di Kejuaraan Dunia 1983.
Ayah dari Tommy Sugiarto itu juga tercatat pernah menjadi Juara Piala Dunia Bulu Tangkis sebanyak tiga kali (1985, 1986, 1988). Icuk juga ikut andil membawa Indonesia menjuarai Piala Thomas 1984 dan medali emas Asian Games 1986 di nomor beregu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Venezia: Fisik Adrien Rabiot Belum Siap, Rafael Leao Absen
