
Pelari Indonesia Odekta Elvina Naibaho mengibarkan bendera Merah Putih usai melewati garis finis pada final marathon putri Asian Games 2022 di Qiantang River Green Belt, Hangzhou, China, Kamis (5/10/2023). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
JawaPos.com - Atlet lari maraton putri Indonesia, Odekta Elvina Naibaho, mempertimbangkan untuk mengakhiri kariernya setelah mengikuti ajang Asian Games 2026 di Jepang,19 September hingga 4 Oktober mendatang.
"Ya, kalau saya ketemu jodoh (pasangan hidup), ya, mungkin (Asian Games 2026) ini yang terakhir," kata Odekta Elvina Naibaho saat ditemui dalam konferensi pers Pertamina Eco RunFest 2026 di Jakarta, Rabu.
Meski membuka kemungkinan untuk mengakhiri karier setelah Asian Games 2026, pelari asal Sumatera Utara itu menegaskan bahwa dirinya saat ini masih fokus mempersiapkan diri menghadapi pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
Menurut Odekta, persiapan menuju Asian Games menjadi prioritasnya karena ia ingin memberikan penampilan terbaik dan memperbaiki hasil yang diraih pada keikutsertaan sebelumnya. Pada ajang sebelumnya di Hangzhou, China, pelari berusia 34 tahun itu finis di posisi ke-10 nomor maraton putri dengan catatan waktu 2 jam 37 menit 51 detik.
Sejak penampilannya di Asian Games tersebut, Odekta menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah ketika ia berhasil memecahkan rekor nasional maraton putri Indonesia dalam ajang Gold Coast Marathon 2025 di Queensland, Australia.
Dalam perlombaan tersebut, Odekta mencatat waktu 2 jam 31 menit 34 detik, sekaligus mempertajam rekor nasional yang sebelumnya dipegang oleh Triyaningsih dengan catatan waktu 2 jam 31 menit 39 detik. Rekor tersebut telah bertahan selama sekitar 14 hingga 15 tahun sebelum akhirnya diperbarui oleh Odekta.
Pencapaian itu menjadi modal penting bagi Odekta untuk menghadapi persaingan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Meski demikian, ia menyadari bahwa persaingan di nomor maraton putri tidak akan mudah karena harus berhadapan dengan atlet-atlet kuat dari berbagai negara Asia.
"Untuk target (pada Asian Games 2026), saya memberikan yang terbaik, yang pasti," kata Odekta.
Odekta mengakui persaingan di Asian Games akan sangat ketat. Ia memperkirakan para pelari dari negara-negara seperti China dan Jepang akan menjadi pesaing berat. Selain itu, terdapat pula atlet-atlet dari negara lain yang memiliki kemampuan kompetitif, termasuk atlet naturalisasi yang memperkuat Bahrain, Filipina, dan negara lainnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022