
Veda Ega Pratama memburu hasil terbaik pada Moto3 Aragon 2026 setelah finis kesembilan di Inggris. (Instagram @veda_54)
JawaPos.com - Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama gagal meraih poin setelah menyelesaikan Grand Prix Aragon Moto3 2026 di posisi ke-20 di MotorLand Aragon, Spanyol, Minggu.
Pembalap Honda Team Asia tersebut memulai perlombaan dari posisi ke-22 dan sempat menembus zona poin sebelum kehilangan sejumlah posisi pada lap-lap akhir. Veda akhirnya menyentuh garis finis dengan selisih 30,197 detik dari pembalap CFMOTO Viel Aspar Team Maximo Quiles yang keluar sebagai pemenang.
Hasil tersebut membuat Veda gagal menambah poin setelah pada seri sebelumnya di Grand Prix Inggris di Silverstone mampu menyelesaikan balapan di posisi kesembilan. Akhir pekan di Aragon berlangsung cukup berat bagi pembalap rookie Indonesia tersebut.
Veda menempati posisi ke-20 pada sesi Practice sehingga harus mengikuti kualifikasi dari Q1.
Dalam Q1, Veda berupaya memperbaiki catatan waktunya, tetapi hanya menempati posisi kedelapan sehingga gagal mendapatkan tiket ke Q2. Hasil tersebut membuat Veda memulai balapan dari posisi ke-22 sekaligus menjadi hasil kualifikasi terburuknya sepanjang musim debut Moto3.
Saat balapan dimulai, Veda mampu memperbaiki posisi dan sempat masuk zona perolehan poin. Namun, memasuki lap-lap akhir, ia kehilangan sejumlah posisi hingga akhirnya menyelesaikan perlombaan di urutan ke-20.
Hasil di Aragon menjadi kali keempat Veda gagal mencetak poin sepanjang musim Moto3 2026. Sementara, Quiles menandai kembalinya dari cedera dengan kemenangan setelah mengungguli David Almansa dan Marco Morelli.
Pembalap Spanyol itu sebelumnya absen pada Grand Prix Inggris akibat patah tulang selangka kanan yang dialaminya dalam sesi kualifikasi di Silverstone.
Memulai balapan dari posisi ketiga, Quiles langsung bergabung dalam kelompok terdepan bersama Almansa, Morelli, Brian Uriarte dan Alvaro Carpe.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022