
Kimi Antonelli harus start dari posisi buncit di GP Italia akibat penalti power unit. Namun, dia tetap membidik finis lima besar. (Bein Sports)
JawaPos.com – Kimi Antonelli akan menjalani balapan di Sirkuit Monza, Italia, akhir pekan ini dengan status sebagai pemimpin klasemen sementara. Namun, pembalap Mercedes itu justru harus start dari posisi paling belakang. Itu setelah dia menggunakan power unit kelima musim ini.
Sesuai aturan, setiap pembalap mendapat jatah empat kali penggantian komponen power unit. Jika melewati batas, pembalap akan terkena penalti posisi start. Mercedes sendiri harus melakukan penggantian tersebut setelah mengalami sejumlah masalah mesin sepanjang musim.
Penalti itu jelas merugikan Antonelli. Meski begitu, pembalap 20 tahun itu justru melihat sisi positif.
“Saya merasa penalti ini membuat saya lebih rileks menghadapi akhir pekan. Saya juga bisa lebih menikmati balapan,” kata Antonelli dikutip dari laman resmi FIA. “Karena saya start dari posisi paling belakang, saya akan menyerang penuh. Namun, saya tetap menggunakan kepala,” lanjutnya.
Mercedes sebenarnya bisa saja mengganti power unit di sirkuit lain. Namun, tim yang bermarkas di Brackley itu lebih memilih Monza. Karakter trek yang didominasi lintasan lurus dan sejumlah zona pengereman akan memudahkan Antonelli untuk melakukan overtaking.
“Monza sangat menguras energi (listrik) dan itu menciptakan banyak peluang menyalip. Ada banyak cara berbeda untuk menjalani balapan. Karena itu, ini menjadi tempat terbaik untuk mengambil penalti,” ujar Antonelli.
Baca Juga:Skuad Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026: 13 Debutan, Jonatan dan Fajar Tampil Kali Ketiga
Meski start dari posisi buncit, Antonelli tetap mematok target tinggi di hadapan pendukungnya sendiri. Pembalap kelahiran Bologna itu mengincar posisi lima besar.
“Targetnya adalah memaksimalkan hasil. Secara realistis, saya pikir lima besar sudah cukup bagus,” kata Antonelli.
Namun, hasil apik itu juga tergantung banyak hal. Mulai dari performa mobil W17, kekuatan para pesaing, hingga kemampuan Antonelli sendiri.
“Kami mungkin sangat cepat, tapi Ferrari, McLaren, atau Red Bull mungkin sangat dekat sehingga mungkin tidak cukup untuk menyusul mereka selama balapan,” kata Antonelli.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
