Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2026 | 20.39 WIB

Medali Emas Compound jadi Capaian Tertinggi Panahan dalam Asian Games

Atlet panahan Indonesia Nurisa Dian Ashrifa berfoto dengan medali emas Asian Games 2026 di Okazaki Chuo Sogo, Aichi, Jepang, Kamis (1/10/2026). (ANTARA/HO-Perpani) - Image

Atlet panahan Indonesia Nurisa Dian Ashrifa berfoto dengan medali emas Asian Games 2026 di Okazaki Chuo Sogo, Aichi, Jepang, Kamis (1/10/2026). (ANTARA/HO-Perpani)

JawaPos.com - Medali emas nomor compound dari Nurisa Dian Ashrifa menjadi capaian tertinggi tim panahan Indonesia sepanjang keikutsertaan Asian Games, sekaligus menjadi catatan penting bagi perkembangan cabang olahraga tersebut menuju persaingan level dunia.

Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Abdul Razak mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi momentum penting federasi mengingat nomor compound akan dipertandingkan pada Olimpiade mendatang.

"Itu sangat berarti bagi federasi, karena divisi compound pada Olimpiade yang akan datang sudah dilombakan," kata Abdul Razak di Nagoya, Jepang, Kamis.

Dia mengatakan, perolehan medali emas tersebut berada di luar target awal yang ditetapkan federasi. Sebelumnya, Indonesia hanya menargetkan dua medali perunggu karena kondisi persiapan tim yang dinilai belum sepenuhnya optimal.

"Itu memang di luar target. Waktu kami diminta target medali oleh Menpora melalui NOC, kami hanya menargetkan dua perunggu. Kami belum pernah ditargetkan medali, apalagi emas," ujar Abdul Razak.

Menurut Abdul Razak, Nurisa Dian Ashrifah, atau yang akrab disapa Hani, merupakan salah satu atlet yang menjadi andalan Indonesia setelah meraih medali emas SEA Games 2025. Performa Hani dinilai masih mampu bertahan sehingga federasi tetap memproyeksikannya untuk meraih medali.

Namun, Abdul Razak menjelaskan, persiapan tim Indonesia pada tahun ini belum berjalan secara maksimal.

Pelatnas masih menerapkan sistem desentralisasi dan pemanggilan atlet sehingga komposisi tim belum sepenuhnya ideal. Selain itu, kesempatan melakukan uji coba juga terbatas.

"Pelatnas kami tahun ini agak compang-camping. Masih ada desentralisasi, ada pemanggilan lagi, jadi persiapan tim belum maksimal. Kami juga tidak banyak melakukan try out, kecuali di Singapura," ujar Abdul Razak.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore