JawaPos Radar | Iklan Jitu

Petenis Putri Nasional

Demi Tugas Negara, Aldila Sutjiadi Rayakan Imlek Jauh dari Keluarga

05 Februari 2019, 11:00:59 WIB
Demi Tugas Negara, Aldila Sutjiadi Rayakan Imlek Jauh dari Keluarga
Petenis putri nasional, Aldila Sutjiadi bersama kedua orang tua. (Candra Satwatika/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Momen spesial tak selalu identik dengan persiapan serba-wah. Berkumpul dengan orang-orang terdekat dan bergembira bersama sudah memberikan makna besar pada perayaan Imlek. Hal itu juga dirasakan petenis putri nasional Aldila Sutjiadi.

Nyaris tak ada tradisi khusus dalam keluarga besar dara 23 tahun itu. Begitu pula sajian makanan yang dipersiapkan. Namun, keistimewaan tetap terasa. "Sekadar kumpul keluarga besar saja sih di rumah kakak pertama mama. Tapi, bisa sejak pagi sampai malam," ucap peraih emas Asian Games 2018 dari nomor ganda campuran saat berpasangan dengan Christopher Rungkat itu.

Acara kumpul keluarga biasanya digelar di rumah Irwan Sutisna Jahja, kakak pertama Herawati Sutisna Jahja, ibunda Aldila. "Ya makan-makan bersama dan yang penting ngobrol bareng sama saudara yang jarang ketemu," terang Indriatno Sutjiadi, ayah Aldila. "Dan bagi-bagi angpao. Nah, itu yang lebih penting, hahaha," timpal Aldila, lantas tertawa.

Demi Tugas Negara, Aldila Sutjiadi Rayakan Imlek Jauh dari Keluarga
Petenis putri nasional, Aldila Sutjiadi ()

Untuk sajian makanan yang dihidangkan, juga tidak ada yang khusus. Memesan makanan melalui jasa katering. Ada dim sum, jajanan pasar, dan jeruk. Ya, bagi masyarakat Tionghoa, jeruk sangat identik dengan Imlek. Secara harfiah, buah tersebut diartikan sebagai pembawa rezeki. Selain itu, warna oranye melambangkan emas yang berkonotasi kemakmuran.

Tidak ada hiasan-hiasan khusus di rumahnya. Hanya memasang lampion di rumah sebagai atribut budaya yang menandai peralihan tahun dalam penanggalan Tionghoa. Menurut Aldila, memang akan terasa kurang meriah jika tidak ada lampion yang menghiasi sudut-sudut rumah. Nyala merah lampion melambangkan harapan pada tahun yang akan datang diwarnai keberuntungan, rezeki, dan kebahagiaan.

Pakaian berwarna merah juga menjadi busana yang harus dikenakan seluruh anggota keluarga. "Baju apa aja yang penting merah. Kalau ada yang punya pakaian khas Tiongkok, ya dipakai," ujar Aldila.

Hingga usia 17 tahun, Aldila selalu merayakan Imlek bersama keluarga besarnya. Namun, sejak petenis kelahiran Jakarta, 2 Mei 1995, itu memutuskan untuk kuliah di Amerika Serikat pada 2013, dia selalu absen. Dia mendapat tawaran beasiswa untuk melanjutkan studi di University of Kentucky selama empat tahun. Pada 2016 dia lulus dari jurusan matematika dengan predikat summa cum laude dan IPK 3,92!

Kini, peraih emas Asian Games 2018 itu harus kembali absen. Dia bertanding lagi di ajang Fed Cup Grup I Zona Asia/Oseania di Astana, Kazakhstan, 6-9 Februari. "Yah, mau gimana lagi, jadi nggak dapat angpao lagi deh," tandasnya. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (han/c7/ady)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up