JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kisah Koh Chris 'Selamatkan' Richard Mainaky dari Dunia Debt Collector

15 Februari 2019, 16:32:52 WIB
Christian Hadinata, Richard Mainaky, PBSI, bulu tangkis
Legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata (Bintang Rahmat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Keberhasilan pelatih kepala ganda campuran PBSI Richard Mainaky yang melahirkan banyak bintang bulu tangkis tak terlepas peran Christian Hadinata. Selain sebagai senior legendaris yang layak dijadikan panutan, tidak banyak yang tahu bahwa Chris pernah sangat berjasa dalam hidup Richard.

Chris adalah orang yang mengajak Richard untuk bergabung menjadi pelatih di pelatnas PBSI setelah memutuskan pensiun tahun 1994 lantaran karirnya tidak bersinar. Dikutip dari berbagai sumber, disebutkan bahwa setelah gantung raket Richard sempat terjun menjadi seorang debt collector alias penagih hutang.

Di kurun waktu yang sama, sektor ganda campuran PBSI kala itu sedang terpuruk prestasinya. Chris yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Pembinaan PBSI pun teringat akan Richard yang dulu merupakan salah satu anak didiknya. Chris akhirnya menghubungi Richard pada awal tahun 1996. 

"Saya telepon dia. Saya bilang, 'Chad, mau nggak ke Cipayung. Jadi pelatih'. Lalu saya suruh pikirkan dua sampai tiga hari. Waktu itu saya tidak tahu soal pekerjaannya itu (debt collector, Red)," kata pria yang juga akrab disapa Koh Chris ini.

Menurut Chris, ia menilai pribadi Richard yang ambisius cocok untuk menukangi sektor ganda campuran. Dua hari kemudian, Chris mendapat telepon dari Richard. Kakak peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 Rexy Mainaky itu menyetujui ajakan sang pelatih.

"Richard itu juga pernah jadi pelatih di PB Tangkas. Sosoknya yang berani dan tegas itu yang buat saya mengajak dia," sambung Chris.

Resmi menjadi pelatih ganda campuran di tahun 1996, tangan dingin Richard langsung bekerja. Menggembleng pasangan ganda campuran di era Tri Kusharjanto/Minarti Timur, kedua nama tersebut langsung menyumbang medali perak di Olimpiade Sydney 2000. Delapan tahun berselang, Richard kembali menghasilkan medali perak lewat Nova Widianto/Liliyana Natsir. Richard akhirnya memetik buah manis di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 saat Butet dan Tontowi Ahmad meraih medali emas.

Menyandang status sebagai salah satu pemain ganda campuran legendaris Indonesia, Chris pun mengaku bangga dan puas bisa membuat sektor ganda campuran Indonesia bersinar. Keputusan menarik Richard dari dunia debt collector terbukti menjadi sebuah langkah yang sangat tepat.

"Cita-cita saya mengangkat ganda campuran terpenuhi lewat Richard. Dia betul-betul mulai dari nol sampai akhirnya berhasil mencetak juara Olimpiade," tutup Chris.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Isa Bustomi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini