
SARANA BARU: Salah seorang perawat RSPAL dr Ramelan mengecek alat di gedung pinter. Bangunan tersebut khusus untuk pasien infeksi, termasuk Covid-19, dengan penyakit tertentu. (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Angka pasien Covid-19 yang naik, salah satunya, terlihat dari indikator penumpukan pasien di instalasi gawat darurat (IGD). Kabid Hospital Relation and Development RKZ dr Agung Kurniawan Saputra MARS mengatakan, antrean pasien Covid-19 di ruang IGD masih kerap terjadi sampai hari ini. Mereka terpaksa masuk daftar antrean. Atau mesti sabar menunggu di IGD sampai ada ruang isolasi rawat inap yang kosong.
”Dalam seminggu terakhir ini lumayan sering. Artinya, penumpukan pasien di IGD yang tidak bisa masuk ke kamar isolasi itu masih terjadi,” ujar Agung saat dihubungi Jawa Pos, Kamis (14/1).
Dalam kondisi seperti itu, imbuh dia, pihak rumah sakit pun hanya bisa mengupayakan untuk mencari rujukan. ”Saat rujukan tidak bisa didapatkan, pasien mau tidak mau mesti rela menunggu di IGD. Sampai ada pasien di ruang isolasi yang bisa dipulangkan,” katanya.
Dengan demikian, ruangan bisa digunakan. ”Begitu ada yang kosong pun pasti akan langsung terisi. Setiap hari hampir selalu penuh untuk rawat inap isolasi Covid,” jelasnya.
Meski begitu, Agung mengaku bahwa tenaga kesehatan (nakes) di RKZ masih cukup memenuhi. Dengan begitu, sampai saat ini pihak rumah sakit belum mewacanakan untuk menambah nakes anyar. ”Tempat tidur Covid di IGD sendiri ada enam. Lebih dari itu sebetulnya sudah tidak bisa. Tapi, kalau ada pasien yang telanjur datang akhirnya ya kami layani,” ungkapnya.
Direktur Pelayanan Medis Rumah Sakit Islam Surabaya (RSIS) Jemursari dr Dyah Yuniati SpS juga mengungkapkan bahwa penumpukan pasien Covid di IGD kerap terjadi. Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu antrean di IGD bahkan tidak bisa bergerak. Pasien Covid yang baru masuk tertahan di IGD cukup lama. Karena ruang isolasi tidak ada yang kosong. ”Kalau sudah begitu, ngerujuk nggak bisa. Mindahin pasien juga nggak bisa karena pasien lama yang ada di ruang isolasi belum pulang,” ujarnya.
Pihaknya pun banyak menarik nakes dari ruang pelayanan lain. Mereka diperbantukan untuk menangani pasien Covid. Dia pun mengungkapkan bahwa jumlah nakes semakin menipis. Hal itu disebabkan beberapa nakes tumbang dan jatuh sakit. Sehingga, mereka diistirahatkan untuk sementara waktu.
”Jumlah nakes berkurang karena ada beberapa yang sakit. Untuk OHD dan ruang isolasi sendiri,” paparnya. ”Sampai saat ini pun saya masih banyak dapat telepon dari tokoh masyarakat maupun teman sejawat yang butuh kamar isolasi. Kami pun masih menerima rujukan dari RS lain, tapi juga dengan melihat kapasitas,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022